16 OPD Pariaman Ikuti Diskusi UI Green City Metric

Metro- 10-03-2022 14:57
Sekretaris Dinas Perkim LH Kota Pariaman, Muliawan saat ikuti Diskusi UI Green City Metric, Kamis (10/3). (Dok : Istimewa)
Sekretaris Dinas Perkim LH Kota Pariaman, Muliawan saat ikuti Diskusi UI Green City Metric, Kamis (10/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Pariaman, mengikuti diskusi dan pembahasan indikator kuisioner UI Green City Metric 2022, Kamis (10/3).

Diskusi ini digelar UI Green City Metric, dan bertindak sebagai narasumber dalam diskusi itu adalah expert member UI Green City Metric, Prof Dr Ir Tommy Ilyas, M Eng dan diadakan di Kota Pariaman. Ada 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut dalam diskusi tersebut.

Sekretaris Dinas Perkim LH, Muliawan, mengatakan dalam UI Green City Metric merupakan program Universitas Indonesia dengan memberikan pemeringkatan kepada kabupaten kota se Indonesia.

Baca Juga

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh usaha yang telah dilakukan kabupaten kota itu dalam meningkatkan atau memperbaiki isu-isu keberlanjutan yang ada di wilayah masing-masing, yang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dia menjelaskan, pemeringkatan itu dilakukan melalui kuisioner yang diisi secara online oleh kabupaten kota.

"Ada 71 indikator yang harus diisi dan dilengkapi dalam kuisioner tersebut, dimana pengisiannya melibatkan data dari beberapa OPD dan stakeholder, seperti Bappeda, Dinas Perkim LH, Dinas PUPR dan Pertanahan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PLN dan lain-lain," ujar Muliawan.

Lebih lanjut Muliawan menjelaskan progres pengisian kuisioner pemeringkatan untuk Kota Pariaman adalah sebagai berikut, Membentuk Tim Kerja, dimana anggota TIM adalah perwakilan dari masing-masing OPD terkait dan Penanggung Jawab sekaligus sekretariat TIM adalah Dinas Perkim LH.

"Untuk bahan isian kuisioner terdiri dari data penataan ruang informasi terukur, energy dan perobahan iklim, tata kelola sampah dan limbah, dan tata kelola air," ungkap Muliawan.

Komentar