Dua Tahun tak Pulang, Diprediksi Jumlah Pemudik Meningkat

Metro- 19-04-2022 21:45
Gubernur Sumbar, Mahyeldi beri arahan dalam rakor persiapan angkutan Lebaran 2022 kepada forum lalu lintas dan angkutan jalan Pemprov Sumbar di Padang, Selasa (19/4). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi beri arahan dalam rakor persiapan angkutan Lebaran 2022 kepada forum lalu lintas dan angkutan jalan Pemprov Sumbar di Padang, Selasa (19/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Pemprov Sumbar merancang langkah terkait kepulangan para perantau yang akan mudik Lebaran tahun 2022 ini.

Hal itu terungkap dalam pembahasan pada rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 1443 H/2022 M yang diadakan forum lalu lintas dan angkutan jalan Pemprov Sumbar di Padang, Selasa (19/4).

Rakor yang diprakarsai Dinas Perhubungan Sumbar itu nantinya akan melahirkan berbagai langkah menyangkut angkutan Lebaran dan antisipasi tingkat kerawanan arus lalu lintas saat mau Lebaran mau setelah Lebaran tahun 2022 dilalui pemudik masuk ke wilayah provinsi itu.

Baca Juga

"Pemudik sudah dua tahun tidak bisa pulang, pada Lebaran tahun ini, diprediksi pemudik banyak datang ke Sumbar, untuk itu sudah dilakukan antisipasi tingkat kerawanan," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi dalam rakor tersebut.

Menurutnya, tindak kerawanan arus lalu lintas, diantaranya rawan macet, rawan kecelakaan, serta rawan longsor di sejumlah daerah di Sumbar.

"Untuk itu, Dinas Perhubungan sudah menyiapkan sejumlah petugas, sarana dan prasarana guna mengantisipasi tingkat kerawanan yang bakal terjadi di sejumlah ruas jalan wilayah Sumbar ini," ucapnya lagi.

Heri Nofiardi menerangkan, setidaknya ada 12 titik yang masuk rawan macet.

Terdapat ruas jalan di arah Utara ada sembilan titik, diantaranya Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, Objek Wisata Lembah Anai, Objek Wisata Mifan.

Kemudian, RM Pak Datuak, Sate Mak Syukur, Pasar Koto Baru, Pasar Padang Luar, Pasar Baso, Simpang Piladang, Pasar Payakumbuh.

Sedangkan, untuk arah Selatan ada tiga titik diantaranya Simpang Gaung Teluk Bayur, Sepanjang ruas jalan Tarusan-Painan, serta Pasar Kambang.

Dia melanjutkan, untuk daerah rawan longsor di Sumbar, dari arah Timur diantaranya Padang--Lubuk Selasih, Lubuk Selasih-Padang Aro, Muaro Kalaban-Sawahlunto Muaro Kalaban-Kiliranjao.

Untuk arah Barat, diantaranya Bukittinggi-Lubuk Sikaping, Arah Utara ruas jalan Sicincin-Padangpanjang, Sicincin-Malalak, Manggopoh-Padang Luar, Payakumbuh-batas Riau.

Sedangkan di arah Selatan diantaranya ruas jalan Padang-Painan, ruas jalan Painan-Tapan, ruas jalan Tapan-Bbatas Jambi (Kerinci).

"Bila terjadi kemacetan di ruas jalan yang disebutkan itu, sudah ada jalur alternatif, sedangkan rawan longsor sudah disiapkan alat berat," jelas Heri.

Dia menyebutkan, diprediksi dan diperkirakan perantau Minang yang akan pulang kampung sangat banyak melewati jalur darat.

"Berpotensi masyarakat akan lewat darat lebih besar jumlahnya daripada hari biasanya," ucap dia.

Dia juga memprediksi, ruas jalan di beberapa lokasi di Sumbar bakal terjadi kemacetan pada setelah Lebaran, dimana pemudik setelah Lebaran itu akan mencari objek-objek wisata, tempat kuliner, ditambah kantong-kantong parkir.

"Tingginya arus macet, diprediksi setelah lebaran, pemudik dipastikan akan datang maupun berkunjung ke lokasi objek wisata, tempat kuliner. Ini perlu diwaspadai," pungas Heri Nofriadi.

Dia menambah, untuk jalur udara, juga sudah ada peningkatan penerbangan di Bandara Internasional Minang (BIM).

Pihak Angkasa Pura, imbuhnya, sudah antisipasi kemungkinan bakal terjadi di bandara.

"Penambahan penerbangan (ekstra flight) belum ada. Heri mengimbau, para pemudik untuk tetap mematuhi arus lalu lintas, jangan terburu-buru. Bila merasa lelah mengendarai kendaraan diminta untuk istirahat," kata Heri.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, kemungkinan besar masyarakat yang akan mudik untuk Lebaran di kampung halaman tahun ini lebih tinggi dari pada masa Covid-19 sebelumnya.

"Lebaran tahun 2022, perantau dari Minang pulang kampung ke Sumbar diperkirakan akan meningkat dikarenakan sudah dua kali Lebaran tidak dapat mudik," kata Mahyedi.

Komentar