Pendidikan Politik untuk Penguatan Demokrasi bagi Partai Politik

Metro- 23-04-2022 21:48
Dosen Jurusan Ilmu Politik Fisip Unand saat adakan pendidikan pengurus NasDem Sumbar dan kabupaten kota, Sabtu siang (23/4). (Dok : Istimewa)
Dosen Jurusan Ilmu Politik Fisip Unand saat adakan pendidikan pengurus NasDem Sumbar dan kabupaten kota, Sabtu siang (23/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Sabtu siang (23/4), sejumlah dosen dari Jurusan Ilmu Politik Fisip Unand, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di DPW Partai Nasdem Sumbar.

Para dosen yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat itu diketuai Ketua Dr. Indah Adi Putri dengan anggota Dewi Anggraini, M,Si, Dr. Aidinil Zetra, Dr. Tengku Rika Valentina, Dr. Asrinaldi, Syaiful, M.Si, Andri Rusta,M.PP, Irawati, MA, Mhd. Fadjri, MA dan Lusi Puspika Sari, M.IP.

Sejumlah pengurus partai NasDem di Sumbar ikut dalam kegiatan yang dilakukan para dosen Jurusan Ilmu Politik Fisip Unand itu.

Baca Juga

Ketua DPW NasDem Sumbar, Hendrajoni, mengatakan kegiatan dari dosen Fisip Unand ini sangat diperlukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan para kader NasDem Sumbar.

"Di sini pula kami bisa mengetahui bagaimana pentingnya posisi partai politik dalam demokrasi di Indonesia," kata Hendrajoni.

Dia juga menyebutkan, pencerahan yang didapat oleh 19 orang ketua Bapilu partai NasDem kabupaten kota se Sumbar hari itu bisa dilakukan secara kontiniu di Partai Nasdem.

Dr Indah Adi Putri sebagai ketua tim pengabdian mengatakan partai politik merupakan sebuah kekuatan politik yang sangat penting keberadaanya di Indonesia sebagai pilar yang mendukung demokrasi.

"Partai politik tentu saja dituntut untuk memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan demokrasi," kata Indah Adi Putri.

Di samping itu, lanjut Indah Adi Putri, partai politik juga dituntut untuk menjalankan fungsinya dengan baik, terutama fungsi pendidikan politik dan rekruitmen politik.

"Sebab itu, kegiatan pengabdian ini menjadi penting untuk diadakan di partai politik," tukas Indah.

Dia menambahkan, kegiatan pengabdian yang mengangkat tema "Pendidikan Politik Untuk Penguatan Demokrasi oleh Partai Politik" ini dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun dengan mengunjungi berbagai partai politik yang ada di Sumbar.

Sedangkan untuk kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama, brainstorming. Pada sesi ini para peserta diminta mengeluarkan pendapatnya mengenai pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ketua tim pengabdian dan menuliskannya di kertas meta plan.

Adapun pertanyaan yang mesti dijawab peserta, sambung Indah, adalah pertama, bagaimana upaya untuk memenangkan pemilu legislatif 2019. Kedua, apa tantangan dan hambatan pada pemilu legislatif tahun 2019?.

"Pada sesi ini, para peserta mengatakan bahwa ada beberapa strategi yang dilakukan oleh partai politik, misal dari DPD NasDem Padangpanjang menyebutkan bahwa ada tiga hal yang mereka lakukan, yaitu mengisi seluruh struktur partai dari tingkat kota sampai ranting, melakukan rekruitmen calon anggota legislatif sampai 120 persen, dan paling penting juga menggalang dana untuk kampanye," papar Indah.

Selanjutnya dari DPD NasDem Tanahdatar, sambung Indah, mereka juga melakukan beberapa hal, yaitu memanfaatkan kader partai yang menjadi kepala daerah untuk men-support pencalonan dan kampanye partai, membangun komitmen untuk saling membantu antar caleg yang menang maupun yang kalah.

"Yang menang bersedia mengganti perolehan suara dari kader yang kalah dengan persyaratan tertentu dan membangun komunikasi yang intens dengan DPW Partai Nasdem terutama untuk men-support atribut partai untuk kampanye," jelas Indah lagi.

Sedangkan, DPD NasDem Mentawai juga mengatakan ada beberapa langkah yang mereka lakukan dengan mengoptimalkan program pusat, yaitu "Indonesia Memanggil" untuk rekruitmen caleg, pendataan dan survey terhadap bakal calon yang akan diusung dan tentu saja bahwa para caleg harus mempunyai komitmen terhadap partai.

Indah melanjutkan, adapun tantangan yang dihadapi oleh masing-masing DPD dalam menghadapi pemilu legislatif 2019 juga beragam, misal dari DPD NasDem Solok mengatakan bahwa masyarakat masih banyak yang memilih berdasarkan ada atau tidaknya sesuatu yang diberikan oleh caleg pada masyarakat pemilih.

"Tidak aspek itu saja, faktor kurangnya fraksi turun ke lapangan untuk pembinaan kader dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di internal partai juga jadi poin penting yang harus disikapi partai politik ini," Indah menuturkan.

Bagi DPD NasDem Agam, lanjut dia, juga punya pandangan bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapi, yaitu calon presiden yang didukung oleh Partai NasDem berbeda dengan selera masyarakat yang berimbas pada keterpilihan caleg dan juga ada persoalan black campaign dari partai lain.

Pada sesi kedua, penyampaian materi yang paparkan Dr Tengku Rika Valentina tentang Menakar Strategi Pemenangan Pemilu 2024 menyebutkan, ada beberapa hal yang mesti disiapkan untuk menghadapi pemilu legislatif 2024.

Menurutnya, hal yang disiapkan itu yaitu perlunya menelisik pasar dalam membangun strategi di partai politik.

"Perlu dilihat juga kecenderungan pangsa pasar Partai berbasis Islam? Dan juga perlu dilihat kecenderungan tingkat rasionalitas sehingga menciptakan catch all party (partai yang menyasar semua)," tukas Tengku.

Kemudian, sambungnya, juga perlu diperhatikan sistem kaderisasi dan rekruitmen di partai politik. Sebab itu, menarik untuk membaca fenomena politik dalam membuat rekam jejak di Pemilu 2024.

"Apakah bisa NasDem betul-betul melihat peluang dalam pola rekrutmen partai politik terutama pada perilaku tim penyeleksi ketika memilih siapa kader-kader yang " beruntung, siapa kandidat yang dapat dinominasikan (candidacy)? siapa yang menyeleksi (selectorate)? dimana kandidat diseleksi? serta bagaimana kandidat tesebut diputuskan? Dan terakhir apakah Partai Nasdem bisa menjadi tipologi partai yang catch all party (partai yang menyasar semua pemilih)," tukas Tengku.

Sesi ketiga, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab terkait pemaparan materi yang telah disampaikan oleh narasumber.

Dalam sesi ini para peserta sangat antusias dalam menyampaikan tanggapannya terkait strategi pemenangan pemilu legislatif tahun 2024.

Komentar