Tujuh Jamaah Haji Embarkasi Padang Dirawat

Metro- 20-06-2022 18:55
Jamaah haji gelombang kedua saat tiba di Makkah. (Dok : Istimewa)
Jamaah haji gelombang kedua saat tiba di Makkah. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Kondisi jamaah haji Embarkasi Padang secara umum dalam keadaan baik dan sehat. Kalaupun ada yang sakit sudah sembuh dan kembali ke kloter masing-masing.

Sesampai di Makkah, jamaah langsung melaksanakan ibadah umrah wajib dan ziarah ke tempat-tempat bersejarah.

"Saat ini ada beberapa jamaah haji Sumbar yang sedang dalam perawatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah," kata Kabid Penyelenggaraan Umrah dan Haji Kanwil Kemenag Sumbar, Joben.

Baca Juga

Ia menyebutkan di antaranya, Awaludin Syamsudin, 63, mengalami demam, sakit tenggorokan dan lemas. Kedua Maiyusra Burhanudin, 57, mengalami sakit gastritis (asam lambung).

Gejala yang dirasakan lemas, muntah-muntah dan sulit makan. Awaluddin dan Maisyura merupakan jamaah dari Kloter PDG 01. "Dua jamaah kloter 03 juga sedang dalam perawatan KKHI, atas nama Abdul Halim, 57, asal Batu Ampa, Akabiluru, Limapuluh Kota. Satu di antaranya Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Ma'rufin Ihsan, sedang dalam perawatan dokter di hotel dan dipasang infus," tuturnya.

Untuk Kloter 4, ada dua jamaah yang sedang dirawat. Di antaranya, Ade Merina binti Agustailani asal Ranah Batahan Pasaman Barat dengan keluhan sakit gigi, gusi meradang, bengkak pada pipi.

"Jamaah lain atas nama Erlin jemaah asal Kinali dirujuk ke rumah sakit dengan keluhan demensia. Demensia adalah penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir," terang Joben.

Sementara satu lagi berasal dari Kloter PDG 05, Asmaniar, 63, dalam kondisi membaik. Sebelumnya gula darah Asmaniar naik sampai 500 dan sudah turun menjadi 249.

"Kita berharap mudah-mudahan jemaah yang dalam perawatan ini segera sembuh dan kembali ke Kloter untuk melaksanakan ibadah bersama teman-teman kloter. Kepada jamaah kita pesankan untuk tetap menjaga kesehatan dan mengurangi mobilitas sebelum puncak haji,"pesan Joben.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Akhmad Fauzin mengatakan sampai dengan Sabtu (18/6), jamaah haji Indonesia yang sakit sebanyak 90 orang.

Sebanyak 65 orang menjalani rawat jalan, 24 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 1 orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah.

Fauzin mengatakan, pemerintah akan memberikan layanan bimbingan ibadah dan pendampingan bagi jamaah sakit yang dirawat di KKHI maupun di RSAS baik yang di Madinah, Makkah, dan Jeddah.

Pendampingan antara lain terkait cara bersuci dan tayamun, cara melaksanakan shalat, serta membimbing doa-doa dan zikirnya.

"Termasuk mendampingi guna memberikan rasa nyaman dan tenang kepada jamaah sakit. Di samping itu juga memberikan pemahaman bahwa pada waktunya wukuf, jamaah akan disafariwukufkan," ujarnya saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede.

"Pemerintah setiap saat hadir serta bertanggung jawab mensafariwukufkan seluruh jamaah sakit yang dapat dibawa ke Arafah. Pemerintah bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada seluruh jamaah yang sakit dan mensafariwukufkan," sambungnya.

Jubir PPIH sekaligus Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag RI ini menjelaskan kondisi cuaca di Arab Saudi sangat panas, suhu tertinggi mencapai 46 derajat celsius suhu terendah 35 derajat celsius.

"Kami selalu mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jangan menunggu haus untuk minum, menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta istirahat yang cukup," ujar Akhmad Fauzin.

"Tetap selalu memakai masker ketika berkumpul di ruangan terutama ketika di masjid, baik di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Kepada seluruh petugas untuk selalu mengingatkan kepada jemaah, begitu juga jemaah saling mengingatkan antara yang satu dengan yang lain demi kesehatan bersama," tandasnya. (*)

Komentar