Pengamat Minta Disdik Sumbar Tak Lepas Tangan

Metro- 30-07-2022 09:26
Ilustrasi aksi tawuran antar pelajar. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi aksi tawuran antar pelajar. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Mulai maraknya aksi tawuran antar pelajar tingkat SMA/SMK di Kota Padang cukup disayangkan sejumlah pihak.P

Pasalnya, dampak dari aksi tawuran itu, sejumlah siswa mengalami luka bacok karena pelaku aksi tawuran menggunakan senjata tajam untuk saling serang.

Tidak sampai di situ, sejumlah siswa yang lain mulai khawatir bahkan takut ke sekolah, mengingat pelaku aksi tawuran nekat menyerang sekolah yang menjadi rival pelaku aksi.

Melihat kondisi mulai maraknya lagi aksi tawuran antar pelajar di Kota Padang ini, salah seorang pengamat pendidikan Dr Endut Ahadiat M.Hum angkat bicara.

Menurut dia pada Arunala.com , Sabtu sore (29/7) kemarin, ada beberapa aspek penyebab muncul aksi tawuran itu.

"Selain dari lingkungan sekolah, penyebab pelajar sering melakukan tawuran juga disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya," kata Endut.

Hal ini, terangnya, bisa terjadi ketika pelajar tersebut tinggal di lingkungan yang buruk serta turut bergaul dengan orang-orang sekitar yang memiliki sifat dan perilaku buruk juga.

Endut menyarankan, untuk mencegahnya anak tawuran antara lain adalah memperhatikan setiap kegiatannya, kenali teman-teman dekatnya, cegah anak ikut tawuran pelajar dengan arahkan kepada kegiatan positif.

"Terpenting lagi, adanya komunikasi intens orang tua siswa dengan pihak sekolah tentang perkembangan belajarnya," tegas Endut yang juga Dosen di Universitas Bung Hatta ini.

Di sisi lain, Endut juga menilai, bahwa pendidikan jenjang SMA/SMK berada dibawah pengawasan Dinas Pendidikan Sumbar tersebut, maka dinas teknis ini jangan lepas tangan terhadap aksi tawuran antar pelajar ini, apalagi aksi itu sudah makan korban luka-luka.

"Polemik aksi tawuran pelajar SMK ini, harus segera bisa diatasi Dinas Pendidikan Sumbar, bahkan dinas harus memberi sanksi kepada sekolah-sekolah yang peserta didiknya tawuran," tukas Endut.

"Tidak itu saja, lanjutnya, Dinas Pendidikan Sumbar juga perlu mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan sekolah-sekolah di bawah pengawasannya. Terutama pada jam-jam belajar sekolah, kemana anak-anak peserta didiknya berkegiatan di luar sekolah," kata Endut Ahadiat.

Komentar