Padang, Arunala.com--Proses pemulangan jamaah haji Debarkasi Padang telah rampung sepenuhnya. Sebanyak 6.308 dari 6.324 jamaah haji yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) telah berhasil kembali ke tanah air, menandai berakhirnya musim haji tahun ini bagi jamaah asal Sumbar dan Bengkulu.
Kedatangan kloter pamungkas, PDG 15, disambut oleh Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat, Edison, bersama Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Muhammad Rifki. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, perwakilan kepala daerah, serta jajaran Kantor Kementerian Agama asal jamaah haji, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam kelancaran proses ini.
Kepala Bidang PHU, Muhammad Rifki, dalam keterangannya menyampaikan dari total 6.324 jamaah haji yang diberangkatkan dari Debarkasi Padang, terdapat sejumlah jamaah yang wafat. "Dari 6.324 yang diberangkatkan ke tanah suci, 13 orang di antaranya wafat di tanah suci, 2 jamaah wafat di tanah air, dan 1 jamaah wafat di pesawat dalam perjalanan pulang," jelas Rifki.
Rifki menyebutkan hingga kepulangan jamaah kloter terakhir, 3 jamaah masih ditunda kepulangannya karena masih dirawat di tanah suci. "Jamaah Sumbar yang masih dirawat di Arab Saudi akan menjadi tanggungjawab PPIH Arab Saudi. Mereka akan segera dipulangkan setelah sembuh," tutur Rifki.
Ketiga jamaah yang dirawat yakni Mariatun Buyung Sutan, 51, jamaah PDG-05 asal Kota Padang, Zubir Kahar Abdul Rauf, 78, jamaah PDG-07 asal Kabupaten Agam dan Nurbaiti Sirin Rahab, 81, jamaah PDG-10 asal Kabupaten Padangpariaman.
Sementara itu, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison mengucapkan selamat datang kepada jamaah haji yang telah kembali ke tanah air dengan selamat. Ini semua berkat kerja sama semua pihak yang terlibat di Embarkasi/Debarkasi Padang.
"Alhamdulillah proses pemberangkatan ke tanah suci dan pemulangan jamaah haji kembali ke tanah air berjalan sukses dan lancar, tanpa kendala. Petugas sudah memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah haji Sumbar dan Bengkulu," ungkap Edison.
Plt. Kakanwil juga meminta jamaah haji yang telah pulang ke kampung halaman untuk tetap aktif memantau kesehatannya selama 21 sejak kepulangan ke tanah air. "Jika ada gejala sakit, jamaah diminta memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat," imbaunya.
Langkah ini, sebutnya, ditujukan untuk memastikan setiap jamaah yang tiba di Tanah Air tidak tertular atau terjangkit penyakit seperti Covid-19 dan MERS-CoV usai menjalankan rangkaian ibadah haji di tanah suci.(*next
Komentar