Pemprov Sumbar Paparkan Strategi Hadapi Megathrust kepada Pasis Sesko TNI

Metro- 09-06-2026 16:38
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf serahkan kenang-kenangan kepada Komandan Sesko TNI, Marsekal Madya TNI Arif Widianto, di Padang, Selasa (9/6/2026). IST
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf serahkan kenang-kenangan kepada Komandan Sesko TNI, Marsekal Madya TNI Arif Widianto, di Padang, Selasa (9/6/2026). IST

Padang, Arunala.com -Pemprov Sumbar memberikan pembekalan kepada Peserta Didik Reguler (Pasis Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Tahun Ajaran 2026 dalam rangka Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (9/6/2026).

Dalam kegiatan itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah diwakili Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Era Sukma Munaf.

Ia menyampaikan materi pada KKDN para perwira itu dengan tema "Penanganan Ancaman Megathrust dalam Perspektif Kebijakan Nasional, Pertahanan Negara, dan Tata Kelola Pemerintahan Daerah."

Menurutnya, tema tersebut sangat relevan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

Dalam paparannya, Era menjelaskan, Sumbar merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia.

Ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung api menjadi tantangan yang harus dihadapi secara serius dan terintegrasi.

"Penanggulangan bencana bukan sekadar urusan daerah, tetapi merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial, ekonomi, bahkan keamanan nasional. Karena itu, pendekatan yang dilakukan harus komprehensif dan melibatkan seluruh komponen bangsa, termasuk TNI," ujarnya.

Ia menuturkan, secara geografis Sumbar berada di jalur subduksi aktif Mentawai yang berpotensi memicu gempa besar.

Selain itu, terangnya, kondisi topografi yang didominasi perbukitan dengan curah hujan tinggi juga menjadikan wilayah ini rentan terhadap longsor dan banjir bandang.

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 208 kejadian bencana di 19 kabupaten dan kota di Sumbar, jenis bencana tersebut didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta tanah longsor.

Di antara berbagai ancaman tersebut, potensi gempa megathrust menjadi salah satu yang paling serius karena dapat memicu tsunami dan berdampak luas terhadap wilayah pesisir, termasuk Kota Padang sebagai pusat aktivitas ekonominext

Komentar