DPRD Sumbar kembali Didatangi Ribuan Mahasiswa

Metro- 07-09-2022 17:20
Terlihat Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Safar didampingi Kapolresta Padang, Komber Ferry Harahap saat menemui para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumbar yang lakukan aksi demo tolak kenaikkan BBM bersubsidi di depan gedung DPRD Sumbar, Rabu siang (7/9). (Dok :Istimewa)
Terlihat Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Safar didampingi Kapolresta Padang, Komber Ferry Harahap saat menemui para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumbar yang lakukan aksi demo tolak kenaikkan BBM bersubsidi di depan gedung DPRD Sumbar, Rabu siang (7/9). (Dok :Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Gelombang aksi penolakan (demo, red) kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari kalangan mahasiswa di Kota Padang, Sumbar kembali terjadi.

Kali ini, aksi demo melibatkan ribuan orang mahasiswa yang ada di sejumlah kampus di Kota Padang, dilakukan mereka di depan gedung DPRD Sumbar, Rabu siang (7/9).

Dibawah pengawalan ratusan aparat kepolisian baik dari jajaran Polresta Padang dan Polda Sumbar itu, para pendemo yang membawa serta berbagai spanduk berisikan penolakan kenaikkan BBM bersubsidi, mahasiswa ini juga melakukan orasinya.

Baca Juga

Pantauan di lapangan menunjukkan, aksinya dimulai dengan orasi di depan gedung DPRD Sumbar dari berbagai aliansi mahasiswa, ada dari BEM SB, dan universitas lainnya.

"Kami tolak kenaikan BBM bersubsidi yang hanya menyengsarakan masyarakat, Sejak BBM naik Harga semua harga melonjak, apakah selamanya politik itu kejam," tulis dari beberapa sepanduk mereka.

Bahkan ada juga spanduk yang terpajang di pintu gerbang masuk gedung DPRD Sumbar yang bertuliskan "07 September #UIN IB libur dialihkan ke DPRD Sumbar".

Massa yang berjumlah ribuan mahasiswa itu mulai berdatangan penuhin kawasan Gedung DPRD Sumbar sekira pukul 12.30 WIB.

Di pihak DPRD Sumbar, aksi demo mahasiswa kali ini diterima Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Safar didampingi, Kapolresta Padang, Kombes Ferry Harahap, Eviyandri Rajo Budiman dari Fraksi Gerindra, Sekretaris DPRD Raflis dan lainnya.

Dibawah kawalan pihak aparat, wakil ketua dan sekwan ini menemui para mahasiswa untuk berdialog seputar apa yang jadi tuntutan para mahasiswa tersebut.

Pada kesempatan itu, Irsyad Syafar mengatakan, sebagai pribadi maupun Fraksi PKS sejalan dengan mahasiswa menolak kenaikan BBM, karena berimbas pada semuanya, termasuk kenaikan harga sembako.

"Namun sebagai pimpinan DPRD Sumbar, dia akan membawa semua tuntutan masyarakat pada rapat anggota DPRD, namun tetap melanjutkan tuntutan tersebut pada pemerintah pusat, DPR RI serta pihak lainnya pada saat itu juga," kata Irsyad Safar saat itu.

Usai menerima aksi dari KAMMI, Irsyad Syafar kembali menemui aliansi BEM di pintu utara, namun sedikit terjadi ketegangan, karena pengunjuk rasa menginginkan untuk bertemu langsung ketua DPRD Sumbar.

Akhirnya dilakukan pembicaraan dengan Irsyad Syafar yang didampingi Eviyandri Rajo Budiman dari Fraksi Gerindra, Sekwan Raflis, Kapoltabes Padang, Kabag Umum, Kabag Perencanaan, beberapa kasubag dan staf lainnya, duduk bersila di halaman gedung DPRD Sumbar, agar bisa meminta waktu dan diterima Ketua DPRD Supardi.

Dalam negosiasi yang langsung mendengarkan percakapan antara Ketua DPRD Sumbar Supardi dan Wakil Ketua Irsyad Syafar, memberikan waktu pada utusan aliansi BEM melakukan pertemuan Jumat (9/9) lusa, sekitar pukul 13.00 - 14.00 WIB.

Usai melakukan dialog dengan urusan BEM, pukul 15.50 WIB, Irsyad Syafar dan Eviyandri Rajo Budiman, kembali menemui pengunjuk rasa di luar gerbang, dan menerima semua tuntutan untuk disampaikan pada tingkat yang lebih tinggi.

Ketika menemui mahasiswa, kembali Irsyad Syafar menegasakan, bahwa dirinya dan fraksi PKS menolak kenaikan BBM.

Usai menemui mahasiswa, pukul 16.11 WIB, mahasiswa kembali pada posko masing-masing dengan tertib.

Sebelumnya, aksi demo dari para mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (6/9) kemarin.

Dalam aksi di hari itu, Ketua HMI Komisariat UNP. M Budiman mengatakan kedatangan massa mahasiswa itu ke kantor Gubernur Sumbar sebagai aksi kekecewaan masyarakat kepada pemerintah terutama dengan naiknya harga BBM bersubsidi.

Ia menjelaskan bahwasanya kedatangan massa ada delapan tuntutan yang dilayangkan kepada pemerintah.

Komentar