Wamenaker: Jadi Tantangan Instruktur dalam Kembangkan Kompetensi

Metro- 03-10-2022 20:07
Wamenaker RI, Afriansyah Noor. (Dok : Istimewa)
Wamenaker RI, Afriansyah Noor. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menekankan semangat kompetisi menjadikan suatu tantangan bagi instruktur dalam mengembangkan kompetensinya.

Kompetisi itu harus relevan dengan cita-cita instruktur, namun tetap memberikan tantangan dalam mengejarnya.

"Nilai yang utama dari suatu kompetisi adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan keahlian dengan menumbuhkan rasa penasaran. Tanpa adanya rasa penasaran terhadap suatu hal, keahlian yang dimiliki para instruktur akan cenderung berada pada level yang sama, tak peduli berapa lama dia telah bekerja," kata Afriansyah, saat membuka Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) VIII, di The ZHM Premiere Hotel, Minggu (2/10).

Baca Juga

Ia mengatakan KKIN adalah ajang unjuk kemampuan keterampilan teknis dan metodologi mengajar para instruktur yang ada di lembaga pelatihan.

"Total ada 150 instruktur dari berbagai wilayah Indonesia yang ikut menjadi peserta dalam kompetensi tersebut. Pemerintah berharap kompetensi itu bisa meningkatkan kualitas para instrukstur di Indonesia, karena instrukstur lah yang nantinya mengajarkan keterampilan kejuruan kepada masyarakat," harap Afriansyah.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menuturkan instruktur menjadi garda terdepan penyelenggaraan suatu pelatihan.

Menurutnya, instruktur sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya harus dilaksanakan secara profesional.

"Instruktur menjadi modalitas untuk menciptakan dan menumbuhkan calon tenaga kerja yang kompeten sesuai permintaan pasar kerja," ucapnya.

Ditambahkan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Budi Hartawan, ada 12 bidang keahlian yang diperlombakan. Yakni, pengelasan, otomotif kendaraan ringan, otomotif sepeda motor.

Kemudian listrik, pendingin, elektronika, IT busol, desain grafis, CAD, garmen, kecantikan dan restoran service.

"KKIN di Padang ini merupakan final dari beberapa kompetisi regional yang telah digelar di Bekasi, Solo, dan Kendari," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan KKIN ini dimaksudkan untuk mengetahui peta kompetensi dari para instruktur agar nantinya menjadi acuan dalam menyusun program pembinaan instruktur yang akan datang.

"Dengan adanya kompetisi ini, dapat merangsang instruktur untuk bersaing serta memacu semangat dalam berinovasi dan menguasi segala kompetensinya sehingga akan tercipta instruktur yang andal," ungkap Mahyeldi.

Komentar