Gubernur Sebut Bila Sulit Diakses Ciri Terbelakang

Metro- 07-07-2022 16:32
Gubernur Mahyeldi bersama Ketua dan anggota KI Sumbar launching monev KIP Sumbar 2022 di Kota Bukittinggi, Kamis (7/7). (Dok : Istimewa)
Gubernur Mahyeldi bersama Ketua dan anggota KI Sumbar launching monev KIP Sumbar 2022 di Kota Bukittinggi, Kamis (7/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Bukittinggi, Arunala.com - Keterbukaan informasi publik harus diterapkan sesuai aturan pasti badan publik maju.

"Jadi, personal terbuka itu pasti dia maju dan sukses, keterbukaan informasi dan mudah akses informasi tanda badan publik itu maju, kalau tertutup dan sulit diakses itu ciri negara terbelakang," ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat menjadi pembicara utama pada Bimtek Monev Informasi Publik di Hotel Grand Rocky Bukittinggi, Kamis (7/7).

Sebaliknya negara maju itu membuka diri dan memudahkan akses pada negara lain dia pasti maju. "Justru jika ada pihak lain tidak lagi mau memberi kritik dan solusi kepada pemerintahan, maka itu kiamat bagi pemerintahan," ujar Mahyeldi lagi.

Baca Juga

Tapi UU 14 tahun 2008 itu keterbukaan informasi publik tidak kebebasan informasi publik.

"Jadi informasi publik diminta publik itu harus juga ada ketentuan jelasnya, untuk apa dan kegunaannya apa, jangan sampai informasi dan dokumentasi publik disalahgunakan atau dijual informasi pemerintahan kepada pihak lain," ujar Mahyeldi. (*)

Komentar