Balai Bahasa Sumbar Atasi Kepunahan Bahasa Daerah

Metro- 17-10-2022 20:04
Anggota tim penyusun buku dari Balai Bahasa Sumbar, Joni Syahputra secara daring menjelaskan tujuan penerjemahan buku cerita rakyat kedalam bahasa Indonesia, Senin (17/10). (Dok : Istimewa)
Anggota tim penyusun buku dari Balai Bahasa Sumbar, Joni Syahputra secara daring menjelaskan tujuan penerjemahan buku cerita rakyat kedalam bahasa Indonesia, Senin (17/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Empat buku cerita rakyat berbahasa daerah masing-masing dua asal Minangkabau dan dua asal Mentawai diterjemahkan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ke dalam bahasa Indonesia.

Upaya penerjemahan buku cerita rakyat ini jadi bagian penting bagi Balai Bahasa Sumbar untuk menghindari kepunahan karena hanya diturunkan secara lisan.

"Mengingat cerita rakyat biasanya jarang ditulis, hanya diturunkan secara lisan, maka kepunahan sangat mungkin terjadi apalagi kita tidak lagi mengakrabi budaya lisan, tidak lagi akrab dengan kehidupan masa lalu," ujar Kepala Balai Bahasa Sumbar, Eva Krisna pada peluncuran buku terjemahan cerita daerah bahasa Minangkabau dan Mentawai di Padang, Senin (17/10).

Baca Juga

Eva menyebutkan, dengan peluncuran buku cerita Minangkabau dan Mentawai yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia ini akan memperkaya materi bahan bacaan dalam gerakan literasi nasional.

"Cerita rakyat yang tadinya berbahasa daerah, ketika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia maka akan dibaca lebih banyak anak Indonesia, mereka juga akan memperoleh bahan ajar berupa kebudayaan, etika, atau ajaran nilai leluhur," katanya

Hari itu, ada empat judul cerita rakyat yang diterjemahkan Balai Bahasa Sumbar, dua diantaranya adalah "Kesaktian Gua Sipukpuk" dan "Burung Pipit dan Burung Rangga" dari bahasa Mentawai. Dan dua lainnya buku cerita "Siamang Putih" dan "Danau Kembar" dari bahasa Minangkabau.

Sedangkan, anggota tim penyusun buku Joni Syahputra menyampaikan, di dalam empat judul buku cerita rakyat tersebut masing-masing memiliki lima cerita rakyat di dalamnya. Sehingga total ada 10 cerita rakyat yang diterjemahkan.

"Jadi 10 cerita tersebut naskahnya diambilnya dari hasil bimbingan teknis pelatihan menulis cerita rakyat berbahasa Minangkabau yang diadakan Balai Bahasa tahun 2021," ungkap Joni.

"Sementara dua buku yang berbahasa Mentawai, merupakan naskah hasil koordinasi dengan Yayasan Citra Mandiri Padang yang bergerak di bidang sosial budaya masyarakat Mentawai," pungkas Joni.

Komentar