Ribuan Awak Angkutan di Sumbar Jalani Uji Swab

Ekonomi-155 hit 22-06-2020 22:36
Ketua Organda Sumbar S Budi Syukur bersama Dinas Perhubungan Sumbar dan Dinas Kesehatan Sumbar matangkan rencana untuk uji Swab gratis pada ribuan awak angkutan di Sumbar, Senin (22/6). (Foto : Dyz)
Ketua Organda Sumbar S Budi Syukur bersama Dinas Perhubungan Sumbar dan Dinas Kesehatan Sumbar matangkan rencana untuk uji Swab gratis pada ribuan awak angkutan di Sumbar, Senin (22/6). (Foto : Dyz)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Selasa besok (23/6) direncanakan ribuan orang awak angkutan mulai dari AKAP, AKDP dan Bus Pariwisata di Sumbar bakal menjalani uji Swab, sebagai upaya pencegahan virus Corona terhadap angkutan umum.

"Para awak angkutan yang akan jalani uji Swab itu berasal dari berbagai Perusahaan Oto Bus (PO). Dan uji Swab bagi mereka tidak dikenakan biaya alias gratis," kata Ketua Organda Sumbar Sengaja Budi Syukur ketika dihubungi Arunala.com , di Padang, Senin sore (22/6).

Menurut Budi, berdasarkan data organda Sumbar, saat ini ada sekitar empat ribuan orang awak angkutan dari berbagai PO dan perusahaan pariwisata.

Baca Juga

"Untuk tahap awal, dilakukan terhadap 1.000 orang. Uji swab ini dilaksanakan di Kantor Organda Sumbar, Selasa (23/6)," ungkap dia.

Budi menyampaikan, uji swab gratis yang dilakukan Organda Sumbar ini atas kerjasama dengan Dinas Perhubungan Sumbar dan Dinas Kesehatan Sumbar.

Ditambahkan Budi, dengan adanya uji swab gratis bagi para awak angkutan ini, jelas membuat Organda bersyukur, sebab hal ini mendapat respons positif dari Pemprov Sumbar.

"Organda menginginkan awak angkutan bersih dari penyebaran virus corona," imbuh Budi.

Dia menyebutkan, awak angkutan sangat rentan terhadap penyebaran virus corona. Soalnya, mereka berinteraksi dengan banyak orang dengan membawa penumpang atau wisatawan. "Tentunya rentan tertular virus corona," tegas Budi Syukur lagi.

Disamping itu lanjut dia, Organda juga memberikan rasa nyaman pada penumpang angkutan umum maupun wisatawan menaiki bus pariwisata.

Disebutkan Budi, sejak mewabahnya virus corona di Sumbar, para penumpang selalu diliputi rasa was-was bila menaiki angkutan umum.

"Penumpang merasa khawatir apakah angkutan umum dinaiki mereka aman atau tidak dari wabah virus corona," imbuh dia.

Budi menambahkan, bila hasil uji swab sopir dinyatakan negatif akan di pasang stiker tulisan "Sopir dan Kernet Kendaraan Ini Bebas Covid".

"Tentunya, logo tersebut boleh dipasang setelah hasil swab awak angkutan dinyatakan negatif," kata Budi Syukur.

Komentar