WI Sumbar Gelar Kejurda di Kota Payakumbuh

Olahraga- 18-11-2022 17:54
Ketua Pengprov WI Sumbar, Yanisman bersama Kepala Dispora Sumbar, Dedy Diantolani saat membuka kejurda Whusus se Sumbar di Kota Payakumbuh, Kamis kemarin (17/11). (Dok : Istimewa)
Ketua Pengprov WI Sumbar, Yanisman bersama Kepala Dispora Sumbar, Dedy Diantolani saat membuka kejurda Whusus se Sumbar di Kota Payakumbuh, Kamis kemarin (17/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Payakumbuh, Arunala.com - Pengprov Wushu Indonesia (WI) Sumbar, menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) 2022 tingkap provinsi yang dimulai Kamis (17/11) hingga Minggu (20/11) di Kota Payakumbuh.

Ada sebanyak 100 orang lebih atlet Wushu dari berbagai daerah di Sumbar yang ikut di ajang yang mempertandingkan empat cabang.

Kejurda ini merupakan hasil dari Pokir Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hj Aida, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar.

Baca Juga

Ketua Pengprov WI Sumbar, Kompol Yanisman SH mengatakan kejurda ini sebagai ajang pembinaan baik secara fisik, mental dan skill bertanding atlet.

"Selain itu, kejurda tersebut juga jadi penilaian bagi kami di pengprov untuk melihat sejauh mana prestasi yang ditorehkan para atlet, sebab mereka nantinya akan berlaga di ajang regional, nasional bahkan bisa jadi ajang internasional," kata Yanisman.

Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Hj Aida, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar dari Fraksi Demokrat itu, karena sudah memberikan perhatian besar untuk peningkatan prestasi olahraga, khususnya Wushu.

Ucapan yang sama juga disampaikan Yanisman untuk Dispora Sumbar yang sangat optimalkan menyiapkan kejurda kali ini sejak awal.

Kordinator Juri dan wasit WI Sumbar, Dewi mengatakan, bagi pemimpin pertandingan harus tegas dan objektif dalam melakukan penilaian, tidak ada keberpihakan dan pro pada siapapun, sehingga hasilnya memang benar-benar baik.

"Sesuai arahan ketua WI Sumbar, dari awal kami sudah konsisten untuk mendapatkan atlet potensial tanpa keberpihakan, meskipun atlet tersebut anak pengurus, dalam pertandingan tetap diberlakukan sama dengan atlet lain, tidak ada prioritas, karena kita mencari prestasi bukan untuk yang lain, demi nama baik daerah ini, maka juri dan wasit tetap pada pendirian yang independen," kata Dewi.

Komentar