Alirman Sori Desak Pemkab Pessel Gelar Razia Terpadu

Metro- 19-11-2022 23:04
Tumpukan kayu jarah hasil illegal logging yang ditemukan warga di salah satu aliran sungai di Pessel, Sabtu siang (19/11). (Dok : Istimewa)
Tumpukan kayu jarah hasil illegal logging yang ditemukan warga di salah satu aliran sungai di Pessel, Sabtu siang (19/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Painan, Arunala.com - Anggota DPD RI, Alirman Sori dikejutkan dengan laporan adanya kembali munculnya aksi illegal logging di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Laporan ini didapat Alirman Sori ketika dirinya lakukan kunjungan reses pada daerah pemilihan (Dapil) di Sumbar, khususnya di kabupaten paling ujung selatan Sumbar ini.

Laporan lainnya yang dia dapat dari masyarakat, kembalinya marak aksi penjarahan kayu secara ilegal di Pessel diduga dengan beroperasinya beberapa sawmill liar yang ditenggarai didanai oleh cukong dan dibeking oknum aparat.

Baca Juga

Menanggapi hal itu, Alirman Sori, meminta Pemkab Pessel untuk segera mengelar razia terpadu, memberantas illegal logging itu.

"Untuk itu razia terpadu sangat diperlukan yaitu Pemda dan melibatkan Kepolisian, TNI dan Polhut, mengingat adanya dugaan para cukong dan aparat yang mendanai dan membeking aksi illegal logging tersebut," ungkap Senator Alirman Sori kepada Arunala.com melalui pesan WhatsApp-nya, Sabtu malam (19/11).

Alirman Sori menerangkan bahwa persoalan aksi illegal logging di Pessel sangat dipahaminya.

Pasalnya ketika Alirman Sori menjadi Ketua DPRD Pessel pada periode 2004 - 2009, permasalahan penjarahan hasil hutan (illegal logging) di Pessel juga pernah terjadi.

Bukan itu saja, Alirman Sori yang pernah menjadi wartawan di salah satu Harian terbesar di Sumbar, juga sempat memetakan daerah-daerah rawan illegal logging yang ada di Pessel.

Bahkan, sebutnya, masa lalu di tahun 1990 an sampai tahun 2009 penjarahan hutan di Pessel sangat mengkuatirkan.

"Pessel adalah daerah sangat rentan ancaman bencana alam, seperti banjir bandang dan longsor. Bila penjarahan hutan secara serampangan masih terus berlangsung akan mengancam ekosistem dan lingkungan di Pessel. Tidak ada pilihan, pemkab setempat harus segera bertindak, bila tidak ingin menimbulkan korban akibat penebangan kayu di hutan secara membabi buta," tegas Alirman Sori.

Senator ini menambahkan, fakta empirik dan faktual menunjukan sering terjadinya banjir dihampir setiap kecamatan di Pessel disebabkan karena akibat sudah rusaknya kawasan hutan, sehingga ketika terjadi curah yang cukup tinggi berpotensi terjadinya banjir dan longsor dimana-mana di Pessel.

"Jadi saya berasumsi, kambuhnya kembali aksi illegal logging di Pessel karena pihak-pihak yang berwenang di pengawasan hutan tidak melakukan tugasnya secara optimal dan juga kita tahu Polhut di Sumbar sangat kekurangan personil," ungkap Alirman Sori.

Dia menegaskan, bila aparat di Pessel tidak mengambil langkah-langkah cepat, dia akan mendesak aparat di Pemprov Sumbar untuk turun kelapangan, dengan melibatkan personil Polda Sumbar, Korem 032/WBR dan Dinas Kehutanan Sumbar bersama Polhut dan kegiatan illegal logging harus dihentikan.

"Apabila pihak-pihak yang punya kekuasaan dan wewenang tidak segera bertindak berarti melakukan pembiaran atas perbuatan yang bertentangan aturan hukum, pemerintah dan aparat penegak hukum harus hadir ditengah masyarakat membela kemaslahatan," pungkas Alirman Sori.

Komentar