Unik, Payakumbuh Sulap Trotoar jadi Fashion Show

Metro- 20-11-2022 21:11
Karya desainer Payakumbuh, Berry Mirsha bertemakan Amoris et Creulei. (Dok : Istimewa)
Karya desainer Payakumbuh, Berry Mirsha bertemakan Amoris et Creulei. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Payakumbuh, Arunala.com - Fashion show biasanya digelar di atas catwalk di sebuah tempat mewah. Namun berbeda dari biasanya, di Kota Payakumbuh pagelaran busana justru memanfaatkan kawasan trotoar sebagai catwalk-nya.

Pagelaran busana yang menampilkan puluhan pakaian karya desainer lokal ini bertajuk Payakumbuh Local Pride.

Acara yang digelar di area pejalan kaki atau pedestrian ini digelar di depan Ramayana Plasa Kota Payakumbuh, Minggu (20/11).

Baca Juga

Payakumbuh Local Pride ini jadi tontonan menarik di antara ramainya penonton dan lalu lintas sore di kawasan kota.

Sebanyak puluhan model melenggang di catwalk trotoar depan Ramayana Plasa tersebut. Puluhan model ini membawakan busana karya sejumlah desainer asal Kota Payakumbuh.

Desainer tersebut yakni Megy Efriater, Berry Mirsha, Feymil Chang, Ikhsan Warna, Carnelly Big Size. Kemudian, Sister Ly, Listy Butique, Ruang Hijab, Tangkelek Enterprenure dan Hintage Culture.

"Payakumbuh Local Pride ini digagas oleh desainer Feymil Chang serta didukung oleh para desainer lokal Payakumbuh. Niat dan minat para penggerak dan pelaku fashion di Payakumbuh yang ingin mengangkat karya-karya anak kota ini berkonten local fabric. Sekaligus menyuarakan kita harus bangga menggunakan produk lokal kita sendiri," kata Desainer asal Payakumbuh, Berry Mirsha, kepada Arunala.com , Minggu (20/11).

Tidak hanya catwalk fashion show saja. Di Payakumbuh Local Pride ini juga melibatkan sejumlah komunitas.

Di antaranya komunitas sepeda, skeater, sepatu roda, dan runner Payakumbuh.

"Jadi kegiatan ini bertambah semarak," ungkapnya.

Pagelaran busana di atas trotoar ini juga sekaligus mengampanyekan trotoar sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki.

"Iven ini sengaja digelar di area pedestrian selain untuk memberikan keunikan juga sekaligus untuk mengkampanyekan trotoar yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki," tutur Berry.

Berry sendiri mengeluarkan koleksi terbaiknya dalam Payakumbuh Local Pride kali ini. Tema busananya "Amoris et Creulei". Artinya, biru cintaku. Dimana, Kota Payakumbuh dijuluki Payakumbuh Kota Biru.

Rancangan ini mengangkat kerajinan khas kota ini. "Intinya mencintai daerah dan mengangkat kerajinan daerah kita agar dikenal masyarakat luas," tegas Berry.

Bahan busana karya Berry Mirsha ini berbahan echoprint.

"Dimana, echoprint bahan yang diproduksi di Payakumbuh yang menggunakan dedaunan. Jadi terkesan unik dan elegan ketika menggunakannnya," tuturnya.

Berry berharap iven Payakumbuh Local Pride ini berlanjut dan akan ada setiap tahunnya.

"Dikarenakan ini wadah yang tepat untuk kita mempromosikan produk-produk lokal," harapnya.

Komentar