Pemko Pariaman Olah Jahe jadi Jelly, Es Krim dan Stick

Metro- 02-11-2022 14:26
Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Lucyanel Genius saat membuka pelatihan pengolahan jahe yang digelar  Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan kota setempat, Rabu (2/11). (Dok : Istimewa)
Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Lucyanel Genius saat membuka pelatihan pengolahan jahe yang digelar Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan kota setempat, Rabu (2/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala.com - Pemko Pariaman membuat inovasi terhadap tanaman jahe. Bila sebelumnya jahe hanya diolah jadi minuman saja seperti Jahelo dan Kujare Manjah.

Berkat inovasi yang dibuat Pemko Pariaman, tanaman jahe ini dibuat dalam bentuk jelly, es krim jahe dan stick jahe.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Lucyanel Genius saat membuka pelatihan pengolahan jahe yang digelar Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan kota setempat, Rabu (2/11).

Baca Juga

Pelatihan berlangsung selama dua hari itu, diikuti secara antusias oleh seluruh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se Kota Pariaman. Dan mengundang narasumber dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Dr Rince Alfia Fadri, S.ST, M. Biomed.

Lucy menyampaikan, kenapa tanaman jahe yang menjadi fokusnya, karena kota ini banyak mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian untuk tanaman jahe.

"Tahun ini, Kota Pariaman dibantu tanaman jahe seluas 5 hektare oleh Kementan yakni di Desa Sungai Rambai, Kecamatan Pariaman Utara," ujar Lucy.

Dia menjelaskan, dengan bantuan Kementan ini, tentu tidak hanya terpaku untuk sekadar menanam saja, namun harus bisa mengolah dari hasil produk jahe tersebut.

Makanya, dilakukan diversifikasi atau penganekaragaman produk sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian dan kehidupan para petani jahe itu sendiri.

"Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, setiap anggota HKTI bisa menerapkan apa yang didapat dan bisa dipraktekkan dirumahnya masing-masing, sehingga hasilnya bisa juga dipasarkan," sebut Lucy.

Diketahui sebelumnya, dari segi pemasarannya, olahan minuman jahe "Jahelo" dari Desa Kampung Apar dan "Kujare Manjah" dari Desa Sikapak Timur masih berlangsung karena pangsa pasarnya masih ada.

"Sebab itu, dilakukan penganekaragaman produk jahe ini dalam bentuk lain dimana dapat memberikan nilai tambah terhadap produk jahe itu sendiri," kata Lucy.

Komentar