Menteri PPPA Apresiasi Pemko Pariaman

Ekonomi- 07-12-2022 15:52
Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga bersama Gubernur Mahyeldi dan Wako Pariaman, Genius Umar saat peluncuran  desa dan kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kota Pariaman, Rabu (7/12). (Dok : Istimewa)
Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga bersama Gubernur Mahyeldi dan Wako Pariaman, Genius Umar saat peluncuran desa dan kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kota Pariaman, Rabu (7/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Derizon Yazid

Pariaman, Arunala.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengapresiasi Pemprov Sumbar dan Pemko Pariaman yang berkomitmen bersinergi menghadirkan desa dan kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kota Pariaman.

Hal itu disampaikan, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga peluncuran Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (D/KRPPA) Menuju Kota Pariaman Ramah Perempuan dan Peduli Anak, di aula Kantor Wali Kota Pariaman, Rabu siang (7/12).

"Ini momen yang sangat penting sekali karena bertepatan dengan hari tanpa kekerasan pada perempuan. Berdasarkan hasil survey yang kita rilis, angka kekerasan pada perempuan dan anak ada penurunan, tapi prevelansi-nya masih tinggi. Jadi ini seperti fenomena gunung es," ungkap Puspayoga.

Baca Juga

Didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Puspayoga menyampaikan, dirinya cukup bangga dengan komitmen Kota Pariaman yang tidak lagi sebatas membuat desa model, tapi sudah semua desa sudah memiliki peraturan desa dan unit layanan terkait kekerasan perempuan dan anak.

Dirinya juga mengapresiasi dan berharap penandatanganan nota kesepakatan antara Wali Kota Pariaman dengan Kapolres dan Kejaksaan Negeri Pariaman tidak jadi dokumen semata namun dapat terealisasi sehingga betul-betul dapat melindungi dan memberdayakan.

Sedangkan, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan dirinya berharap apa yang telah dilakukan Pemko Pariaman akan menjadi contoh bagi seluruh kabupaten dan kota lainnya di Sumbar.

"Perlindungan pada perempuan dan anak itu penting. Jika tak terjaga akan menjadi ancaman bagi bangsa. Perhatian pada anak hari ini suatu keniscayaan dalam upaya perwujudan Indonesia emas tahun 2045, menjadi Indonesia yang berdaya di hadapan bangsa-bangsa lain," kata Mahyeldi.

Ini, ujarnya, bukan main-main, ini cita-cita mulia yang harus jadi perhatian bersama. "Mudah-mudahan apa yang diluncurkan di Pariaman bisa disebarkan ke kabupaten kota lain di Sumbar," tutup Mahyeldi.

Adapun Wali Kota Pariaman, Genius Umar menyampaikan, keinginan untuk menghadirkan D/KRPPA berawal dari keinginan untuk menghadirkan unit reaksi cepat yang terintegrasi dalam penanganan kekerasan pada perempuan dan anak.

"Semua desa sudah kita siapkan Perdesnya. Ini tak terlepas dari dukungan banyak pihak, Mudah-mudahan, sesuai dengan yang diharapkan, kita bisa jadi contoh layanan ramah perempuan dan peduli anak yang baik di Indonesia," harap Genius.

Komentar