Nelayan Diminta Tak Salahgunakan Bantuan Mesin Tempel

Metro- 13-11-2022 10:45
Wagub Sumbar Audy Joinaldy didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Desniarti bersama Anggota DPRD Komisi IV Sumbar, Muhammad Nurnas. (Dok : Istimewa)
Wagub Sumbar Audy Joinaldy didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Desniarti bersama Anggota DPRD Komisi IV Sumbar, Muhammad Nurnas. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padangpariaman, Arunala.com - Empat kelompok nelayan Nagari Kototinggi, Kecamatan Sungailimau, Padangpariaman, menerima 12 unit mesin tempel 15 PK.

Bantuan itu diserahkan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Desniarti bersama Anggota DPRD Komisi IV Sumbar HM Nurnas, di Sekretariat kelompok nelayan Wahana Bahari, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (12/11).

"Melalui penyaluran berbagai bantuan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan, program unggulan pemerintah provinsi untuk kesejahteraan petani dan nelayan mulai memperlihatkan hasil. Hal ini terbukti dengan terus meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) yang berhasil menyentuh angka 110,64 pada Oktober 2022. Artinya, indeks harga yang diterima oleh petani, termasuk nelayan lebih besar daripada indeks harga yang dibayarkan," kata Audy.

Baca Juga

Ia memberikan apresiasi terhadap aspirasi dan pokok pikiran Nurnas yang cukup banyak berkontribusi, terutama di sektor perikanan.

Hal ini merupakan bentuk koordinasi dan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif untuk membangun Sumbar.

Ia berharap dengan bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah dapat semakin mendorong kesejahteraan masyarakat Sumbar.

"Harapannya satu, yaitu kesejahteraan meningkat, sehingga ekonomi bisa berputar dan berkembang," harap Audy.

Sementara itu Nurnas menuturkan, pemberian bantuan tersebut merupakan wujud dari visi dan misi pemerintahan yang tertuang dalam RPJMD untuk kepentingan masyarakat Sumbar.

"Kepentingan rakyat itu adalah kebutuhan, bukan keinginan. Pada umumnya kebutuhan nelayan kita adalah mesin tempel dan long tail, jadi pemberian bantuan ini harus tepat," ujar Nurnas.

Ia juga menekankan agar nelayan memanfaatkan bantuan mesin tempel tersebut sebagaimana mestinya, yaitu untuk meningkatkan produksi dan tangkapan Ikan.

Mesin tersebut juga memiliki register, sehingga tidak bisa dipindahkan tangankan.

"Jika disalahgunakan atau dijual setelah diterima, maka ancamannya adalah penjara. Kelompok nelayan juga akan di blacklist sebagai penerima bantuan selanjutnya," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Desniarti mengatakan setiap tahun pihaknya menyalurkan berbagai bantuan untuk nelayan di Sumbar. Seperti jaring, fish box, mesin tempel dan lainnya sesuai kebutuhan.

"Kami mengharapkan nelayan penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan ini untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga," harapnya.

Komentar