Capai Rp1,1 Miliar Lebih Dana Dikucurkan AP II BIM selama 2022

Ekonomi- 20-12-2022 19:12
EGM AP II BIM, Siswanto serahkan bantuan dana kemitraan pada salah satu UMKM binaannya di Padang, Senin (20/12). (Foto Arzil)
EGM AP II BIM, Siswanto serahkan bantuan dana kemitraan pada salah satu UMKM binaannya di Padang, Senin (20/12). (Foto Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Penghujung tahun 2022, PT Angkasa Pura II cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengucurkan dana kemitraannya untuk 21 pelaku usaha yang menjadi mitra binaan perusahaan plat merah ini.

Penyerahan program dana kemitraan tahap 4 itu diserahkan AP II BIM bersamaan pada pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM binaannya yang lain.

"Penyaluran dana kemitraan tahap 4 ini totalnya berjumlah Rp370 juta, dan itu merupakan penyaluran dana tahap akhir 2022 dari dari perusahaan kami," Executive General Manager (EGM) AP II BIM, Siswanto didampingi Manager Human Resort AP II BIM, Muhammad Iqbar Sungkar, kepada Arunala.com di sela-sela acara pelatihan digital marketing yang diadakan di hotel Santika Premiere Padang, Selasa (20/12).

Baca Juga

Untuk tahap 4 ini, ungkap Siswanto, jumlah dana kemitraan yang diserahkan bagi 21 mitra binaan itu sebesar Rp370 juta.

Dan mitra binaan yang mendapat bantuan kali ini tersebar di sejumlah kabupaten kota di Sumbar dengan berbagai jenis usaha.

Ditanya berapa jumlah dana kemitraan yang sudah diserahkan AP II BIM selama 2022 kepada mitra binaannya? Siswanto menjawab, jumlahnya cukup besar.

"Data yang kami milik, ditotal dana kemitraan yang sudah kami salurkan selama 2022 ini mencapai Rp1,1 miliar lebih. Dan program dana kemitraan ini akan terus kami programnya di tahun 2023," kata Siswanto.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar diwakili Kabig UMK, Hilma menjelaskan bantuan atau CSR dari AP II BIM sangat bermanfaat.

Kemudian bagi pelaku yang dapat bantuan itu bisa membeli peralatan yg mereka agar bisa meningkatkan produktivitasnya.

Dia juga minta para mitra yang dapat bantuan CRS juga punya komitmen untuk bisa lunasi bantuan yang mereka terima.

"Soalnya dana bantuan yang dikembalikan pelaku UMKM itu, bisa juga bisa dimanfaatkan juga oleh UMKM lainnya yang belum dapat bantuan dari AP II BIM," pungkas Hilma.

Hilma meminta pelaku UMKM binaan AP II BIM ini untuk tingkatkan kualitas, kalau soal rasa bisa dikatakan enak dan enak sekali, namun soal harga ini yang masih jadi permasalahan.

"Jangan gunakan jurus aji mumpung, yang perlu dijaga harga jangan terlalu tinggi, ini akan berhubungan kontinuitas. Jika harga cukup tinggi sementara kualitas tidak memuaskan, maka akan mendatangkan kerugian besar bagi pelaku UMKM, karena konsumen dibuat kecewa," ingat Hilma.

Dia juga jelaskan, pelaku usaha juga harus baca pasar, pelajari peluangnya, dengan begitu pelaku UMKM bisa mendapat peluang dalam memasarkan produknya.

Menyinggung soal pelatihan digital marketing yang diadakan AP II BIM tersebut, Hilma menilai dapat men beri manfaat besar bagi pelaku UMKM di Sumbar.

"Karena dengan pelatihan ini akan memberikan pengetahuan pada pelaku UMKM bagaimana memasarkan produk yang mereka buat kepada masyarakat atau pasar," kata Hilma.

Diluar sana, sebutnya, masih banyak yang butuh bantuan dana, jadi beruntunglah para pelaku UMKM yang mendapat perhatian dari AP II BIM ini.

"Berdasarkan data BPS beberapa waktu lalu, ada sekitar 600 pelaku UMKM di Sumbar, dan hanya 60 dari mereka yang mendapatkan pelatihan dari AP II BIM ini," ujar Hilma.

Komentar