Lewat Kampung Jahit, Bangkit di Masa Pandemi

Metro- 26-12-2022 14:11
Rumah produksi Maharrani dan Hamka Indonesia di simpang Kototingga, Kelurahan Pasaambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. (Dok: Instagram @maharrani.official)
Rumah produksi Maharrani dan Hamka Indonesia di simpang Kototingga, Kelurahan Pasaambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. (Dok: Instagram @maharrani.official)

.

Bahan-bahannya juga disediakan Elsa. Saat ini, dalam sebulan, Elsa mengeluarkan Rp30 juta - Rp50 juta untuk upah 30 mitra penjahit yang sebagian besar adalah tetangga Elsa dan warga di sekitar rumah produksi. Sisanya tersebar di beberapa lokasi di Kota Padang.

Pandemi Covid-19 yang menjadi momok bagi sebagian besar pengusaha justru memberi peluang bagi Elsa dan mitra-mitranya.

Angka penjualan produk Maharanni yang dilakukan secara daring meningkat berkali-kali lipat. Mitra penjahit pun bertambah signifikan demi memenuhi permintaan pasar.

"Dampak pandemi Covid-19 justru positif bagi Maharanni. Peningkatan penjualan mencapai tiga kali lipat dimulai pada Juni-Juli 2020. Sejak saat itu sampai sekarang penjualan terus meningkat. Rezeki ini juga mengalir kepada mitra. Mereka bisa mendapat penghasilan lumayan, yakni Rp 1,5 juta hingga Rp4 juta per bulan," ungkap alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas ini.

Tidak sekadar menjahit dan mendapatkan upah. Setiap sebulan sekali para mitra jahit ini berkumpul di rumah produksi. Mereka melakukan pengajian bulanan sekaligus pemberian berasnext

Komentar