Pemerintah Putuskan Cabut PPKM Mulai Jumat Ini

Metro- 30-12-2022 19:18
Presiden Joko Widodo didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Mendagri Tito Karnavian melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden. (Dok : Istimewa)
Presiden Joko Widodo didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Mendagri Tito Karnavian melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Jakarta, Arunala.com - Presiden RI, Joko Widodo akhirnya memutuskan pemerintah menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai hari ini, Jumat (30/12).

Adapun pencabutan PPKM ini akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022.

"Lewat pertimbangan-pertimbangan yang berdasarkan angka-angka yang ada maka pada hari ini pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (30/12).

Jokowi beralasan, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia semakin melandai. Berkaca dari kasus harian Covid-19 pada 27 Desember 2022 yang hanya 1,7 kasus per 1 juta penduduk.

Untuk positivity rate mingguan juga sudah berada di angka 3,35 persen. Kemudian bed occupancy rate 4,79 persen, serta angka kematian 2,39 persen.

Angka tersebut, kata Jokowi, berada di bawah standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dan seluruh kabupaten kota di Indonesia berstatus PPKM level 1. Dimana pembatasan kerumunan dan pergerakan orang di tingkat rendah.

"Setelah mengkaji dan mempertimbangkan perkembangan tersebut, maka pada hari ini (30/12) pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM. Jadi tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat," tegas Jokowi.

Sementara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan biaya pengobatan pasien Covid-19 masih ditanggung pemerintah setelah PPKM dicabut. Namun pemerintah akan melakukan peninjauan ulang secara bertahap.

"Secara bertahap nanti akan kita review. Tapi sekarang masih berlaku, jadi kalau ada yang sakit masih kita tanggung, tapi kita akan segera me-review, kita lihat, kalau dulu kan semua penyakit asal Covid-19 ditanggung," kata Budi. (*)

Komentar