Ratusan Guru Honorer Tagih Pemprov Soal Penempatan

Edukasi- 05-01-2023 21:20
Para guru honorer bersama Ketua dan anggota komisi V DPRD Sumbar setelah hearing, Kamis siang (5/1). (Dok : Istimewa)
Para guru honorer bersama Ketua dan anggota komisi V DPRD Sumbar setelah hearing, Kamis siang (5/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Masalah penempatan 486 guru honorer di Sumbar, jadi bahasan penting dalam hearing bersama anggota Komisi V DPRD Sumbar, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar, serta para guru honorer, di ruang Bamus gedung DPRD Sumbar, Kamis siang (5/1).

Belasan guru honorer yang mewakili ratusan orang rekan-rekannya itu meminta kejelasan penempatan mereka pasca dinyatakan lulus passing grade pada 2021 lalu.

Dalam hearing itu, Ketua Forum Guru Honorer Pertama Negeri dan Swasta (FGPPNS) Prioritas I, Nelvi Wanrita minta 486 guru honorer yang telah lulus passing grade itu agar segera mendapatkan penempatannya di 2023 ini dari Pemprov Sumbar.

Baca Juga

Dia menerangkan, untuk mendapatkan penempatan dia bersama kawan-kawannya telah berjuang sejak Oktober 2021, persisnya sebelum hasil kedua keluar.

"Perjuangan yang kami lalui mulai dari audensi dengan Pusat, Kabid PPPK, Sekretaris Disdik, Wakil Gubernur Sumbar hingga ke Komisi V DPRD Sumbar, namun hingga kini nasib kami belum juga jelas," kata Nelvi Wanrita dalam hearing itu.

Sedangkan Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Daswanto menyebutkan, data guru honorer yang belum dapat penempatannya dari Disdik Sumbar sebanyak 486 orang.

Padahal, kata Darmanto, mereka itu sudah menjadi pegawai honorer sejak tahun 2021.

Maka, lanjut dia, komisi melihat persoalan yang dialami ratusan guru honorer yang belum dapat penempatan itu harus segera dicarikan solusinya.

"Kami di DPRD akan berkoordinasi dengan pemprov khususnya Disdik, Kemenpan RB, Menteri Pendidikan, dan juga DPR RI membidangi pendidikan. Biar nantinya ada kabar jelas menyangkut penempatan 486 guru honorer ini," ucap Darmanto.

Sementara, kepala Disdik Sumbar, Barlius menjelaskan, secara keseluruhan jumlah guru honorer kategori prioritas 1 (P1) dan sudah lulus passing grade sebanyak 2.523 orang.

"Dan sebanyak 1.926 diantaranya sudah dapat penempatan, karena hal itu sudah diatur oleh Kemenpan RB," ujar Barlius.

Kemudian, lanjutnya, bagi 486 guru honorer yang belum dapat penempatan itu karena ijazah mereka tidak sinkron dengan formasi yang mereka pilih.

"Ini yang harus kita perjuangkan nanti, ke pusat karena mereka sudah menjadi honorer selama 10 tahun. Saya berharap mereka tidak patah semangat, tetap mengajar dan berjuang jangan pantang menyerah," kata Barlius.

Komentar