Rektor: Pemberhentian karena Sudah Habis Masa Kontrak

Edukasi- 19-01-2023 20:31
Rektor UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, Prof Dr Ridha Ahida M.Hum. (Dok : Istimewa)
Rektor UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, Prof Dr Ridha Ahida M.Hum. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Bukittinggi, Arunala.com - Unsur pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek, Bukittinggi meluruskan pemberitaan tentang banyaknya pemberitaan di media online dan media sosial terkait soal PHK sepihak 13 karyawan Non-PNS di UIN tersebut.

Rektor UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, Prof Dr Ridha Ahida M.Hum melalui keterangan tertulisnya yang diterima Arunala.com , Kamis siang (19/1), menerangkan masalah pemberhentian 13 karyawan non PNS yang telah tersebar luas di sejumlah media online dan medsos itu dikuatirkan menimbulkan kesalahpahaman dan memberikan kesan tidak baik bagi nama baik UIN Bukittinggi.

"Padahal, UIN Bukittinggi ini baru saja sukses dalam alih bentuk dari IAIN kemudian menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), seiring dengan terus bertumbuhnya dan berkembang kampus ini sebagai perguruan tinggi yang terdepan dalam integrasi keilmuan dan keislaman," kata Ridha Ahida.

Baca Juga

Kemudian, menanggapi soal pemberitaan di media online dan media sosial, Rektor ini mengatakan, unsur pimpinan di UIN Bukittinggi perlu menjelaskan bahwa 13 orang karyawan non PNS tersebut adalah karyawan kontrak, dan per 31 Desember 2022 telah berakhir masa kontraknya.

"Sebagai instansi pemerintah, pihak UIN Bukittinggi adalah pemberi kerja tidak memberhentikan karyawan dalam masa dan dalam ikatan kontrak. Pihak UIN Bukittinggi tidak melanjutkan kontrak dengan 13 Karyawan tersebut yang sudah berakhir per 31 Desember 2022," ujar Ridha Ahida lagi.

Pemberhentian karyawan tersebut, menurut dirinya, sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku dan sesuai kontrak yang ditandatangani kedua belah pihak.

"Kami pimpinan UIN Bukittinggi menghimbau dan mengajak kepada seluruh pihak agar dapat memahami persoalan ini dengan jernih dan baik serta tidak membelokkan ke hal lain yang dapat merusak nama baik lembaga pendidikan kami," pungkas Ridha Ahida. (*)

Komentar