DKPP Sikapi Aktifnya kembali Evi Novida Ginting

Metro-286 hit 25-08-2020 08:51
Ketua DKPP, Muhammad. (Dok : Istimewa)
Ketua DKPP, Muhammad. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Aktifnya kembali Evi Novida Ginting sebagai Komisioner KPU RI periode 2017 - 2022, pasca keluarnya surat dari Ketua KPU RI Arief Budiman pada, Selasa (18/8) kemarin mendapat tanggap berbagai pihak.

Bahkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga mengeluarkan pernyataannya atas kembali aktifnya Evi Novida kendati sebelumnya sempat diputuskan diberhentikan DKPP sebagai Anggota KPU RI belum lama ini.

Dalam rilisnya kepada sejumlah media, Senin (24/8), Ketua DKPP, Muhammad menuliskan, menjawab pertanyaan media tentang permintaan Ketua KPU bahwa Sdri Evi Novida Ginting agar aktif kembali sebagai anggota KPU, maka DKPP menyampaikan beberapa pernyataan.

Baca Juga

"Pembentuk undang-undang telah berhasil melakukan social engineering membangun sistem etika penyelenggara pemilu dengan membentuk lembaga DKPP yang berwenang memeriksa pelanggaran kode etik dengan putusan yang bersifat final dan mengikat," kata Muhammad dalam rilisnya tersebut.

Kemudian, dia menilai Keputusan Presiden No. 83/P Tahun 2020 sudah tepat. "Presiden konsisten melaksanakan amanat UU No. 7 Tahun 2017 bahwa putusan DKPP final dan mengikat tidak dapat dianulir oleh PTUN," jelasnya.

Selanjutnya, menurut Muhammad, terkait kebijakan KPU sebagaimana tertuang dalam Surat No.663/SDM.13-SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020 perihal Penyampaian Petikan Keputusan Presiden Nomor 83/P tahun 2020 yang isinya meminta Evi Novida Ginting aktif kembali melaksanakan tugas sebagai anggota KPU periode 2017-2022 adalah menjadi tanggung jawab Ketua dan para Anggota KPU.

"Jadi kepentingan mengawal integritas penyelenggaraan Pilkada harus diutamakan dari pada kepentingan individu untuk sekadar mempertahankan jabatan," kata Muhammad. (rel)

Komentar