Pemilih Pemula Rentan Dikendalikan

Metro-187 hit 29-08-2020 17:21
Anggota Bawaslu Kota Padang Bahrul Anwar saat berikan materi pengawasan partisipatif kepada pemilih pemula, di Hotel Axana Padang, Sabtu (29/8). (Foto : Amz)
Anggota Bawaslu Kota Padang Bahrul Anwar saat berikan materi pengawasan partisipatif kepada pemilih pemula, di Hotel Axana Padang, Sabtu (29/8). (Foto : Amz)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di Sumbar akan jadi pengalaman pertama bagi ribuan pemilih pemula di provinsi ini menggunakan hal pilihnya.

Apalagi dalam pilkada nanti hak pilih dari pemilih pemula cukup menentukan dalam melahirkan pimpinan daerah yang baru.

"Melihat hal itu, maka Bawaslu sangat berharap sebagai pemilih pemula bisa menjadi pemilih cerdas dan rasional,

Baca Juga

yang bisa mencari tahu, membaca dan memahami visi misi serta program kerja para kontestan/kandidat," kata Ketua Bawaslu Kota Padang, Dori Putra dihadapan puluhan siswa SMA se -Kota Padang yang ikut sosialiasi pengawasan partisipatif bersama pemilih pemula pada Pilkada serentak 2020 di Hotel Axana Padang, Sabtu (29/8).

Dori menyebutkan pemilih pemula merupakan pemilih yang belum terkontaminasi dengan politik dan ini cukup rentan.

"Bagi mereka (pemilih pemula, red) yang tidak memiliki bekal pengetahuan terkait undang-undang dan hukum Pemilu, sangat rentan dikendalikan oleh peserta Pemilu," ujar Dori lagi.

Kata dia, Bawaslu melakukan upaya memberikan dan asupan pemahaman terkait aturan-aturan dalam pelaksanaan Pilkada.

"Kami kumpulkan anak-anak SMA dan para mahasiswa untuk menjadi pengawas partisipatif. Dengan harapan mereka bisa membantu kami untuk menjelaskan kepada rekan-rekan sebayanya tentang aturan atau regulasi Pilkada 2020," kata dia.

Dia juga berharap pemilih pemula tidak terjerumus politik praktis.

"Dalam artian tidak ada yang mengendalikan mereka dan juga sikap acuh terhadap pengawasan Pilkada bisa diminimalisir," ujarnya.

Anggota Bawaslu Kota Padang, Bahrul Anwaz menyampaikan dalam sosialisasi itu, mengatakan saat ini tahapan pilkada serentak memasuki tahapan pendataan pemilih.

"Pada tahapan ini, pengawasan partisipasi dari pemilih pemula sudah bisa dilakukan. Misalnya dengan mendatangi kantor Lurah tempat pemilih pemula itu domisili," jelas Bahrul.

Disana, lanjutnya pengawasan partisipatif bisa dilakukan dengan menanyakan siapa petugas pengawas tingkat kelurahan guna mengecek data mereka sebagai pemilih sudah terdata atau belum oleh petugas pendataan.

Kemudian hal yang perlu juga diawasi melalui pengawasan partisipatif ini yakni menyangkut masih masuknya data orang yang sudah meninggal dalam data pemilih.

"Bagi Bawaslu, hal yang seperti itu dijadikan sebentuk kerawanan yang perlu diantisipasi. Untuk itu pengawasan partisipasi pemilih pemula juga sangat kami harapkan," kata Bahrul.

Bahrul mengakui dengan adanya pengawasan partisipatif pemilih pemula itu di tingkat keluarahan saja, itu sudah membantu tugasnya Bawaslu.

Tidak sampai di situ, Bahrul meneruskan pengawasan partisipatif juga bisa dilakukan di saat tahapan kampanye.

Komentar