Masyarakat jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Metro-93 hit 01-09-2020 15:52
Gubernur Irwan Prayitno saat beri arahan kepada unsur pimpinan RSUD se- Sumbar terkait penanganan Covid-19, Selasa (1/9). (Dok : Istimewa)
Gubernur Irwan Prayitno saat beri arahan kepada unsur pimpinan RSUD se- Sumbar terkait penanganan Covid-19, Selasa (1/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Sumbar beberapa hari belakangan, jadi perhatian serius semua pihak.

Tidak saja masyarakat, pasien yang terpapar Covid-19 juga melibatkan beberapa pejabat daerah dan ASN lingkup Pemprov Sumbar.

Melihat makin melonjaknya kasus corona ini, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno lalu mengingatkan dengan tegas untuk patuhi protokol kesehatan.

Baca Juga

"Ada satu kunci yang membuat kita tidak terpapar Covid tapi tetap produktif, yakni patuhi, ikuti, dan komit dengan protokol kesehatan. Tidak hanya saya, tapi seluruh masyarakat sehingga tetap produktif dan bisa bekerja dengan aman," tegas Irwan Prayitno.

Ini disampaikan Irwan saat beri arahan secara virtual dengan unsur pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se Sumbar, di Padang, Selasa, (1/9).

Dirinya menambahkan karena kasus terkonfirmasi meningkat secara signifikan, idealnya dilakukan lockdown atau Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

"Tapi untuk PSBB itu merupakan kewenangan pusat. Namun dengan adanya lockdown atau PSBB bisa pastilah angka pengangguran akan bertambah. Masyarakat tidak bisa beraktivitas dan penghasilan akan berkurang," ujar Irwan Prayitno.

Dirinya menilai, terus naiknya kasus positif di Sumbar, tidak bisa dipungkiri akibat masih banyaknya masyarakat yang abai, lengah, lalai dan tidak mau tahu dengan protokol kesehatan.

Untuk mengantisipasi dan menekan angka penyebaran Covid semakin luas, Irwan menerangkan, pemprov bersama DPRD Sumbar sedang membahas Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur serta memberikan sanksi berupa denda dan kurungan bagi masyarakat yang tidak memakai masker.

Dia juga mengimbau, bagi tenaga kesehatan (Nakes) cukup rentan terpapar Covid-19, hendaknya patuhi protokol kesehatan yang ada, seperti yang sudah diatur dalam peraturan Kemenkes, yakni memakai Alat Pelindung Diri (APD) agar penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir.

Terakhir Irwan berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus patuh pada protokol kesehatan.

"Covid-19 masih mengancam, tapi kalau kita disiplin pada protokol kesehatan, diterapkan disemua tempat seperti perkantoran, tempat keramaian, rumah sakit Insha Allah kita aman, cuma satu kata kuncinya ikuti protokol kesehatan," ucap Irwan Prayitno.

Sementara penanggung jawab Laboratorium (Labor) Kedokteran Unand, dr Andani Eka Putra mengatakan saat ini tenaga kesehatan sudah kewalahan dengan banyaknya sample yang masuk tiap hari ke Labor Unand itu.

"Sample yang masuk ada sekitar 4.000 spesimen per hari, sementara kapasitas labor kami hanya bisa menampung 3.000 spesimen per hari. Saat ini kami butuh tambahan tenaga kesehatan dan peralatan labor yang memadai untuk pengujian sample tersebut," kata Andani.

Dirinya menambahkan sekarang adalah fase puncak penyebaran Covid di Sumbar, untuk itu diperlukan testing dan tracing, dan juga pembatasan-pembatasan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

"Yang harus dilakukan sekarang adalah mengedukasi masyarakat untuk ikuti protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 bisa segera diputus," ujar Andani. (rel)

Komentar