Security Pembunuh Itu Ternyata Pernah Lakukan Perampokan di Jakarta

Metro-714 hit 11-09-2020 20:15
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Beberapa hari belakangan, kasus pembunuhan di Perumahan Green Mutiara, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, membuat buncah masyarakat. Pelakunya adalah oknum petugas keamanan di perumahan elit itu berinisial Ai (44).

Sementara korbannya, adalah warga yang tinggal di luar lingkungan perumahan. Korban merupakan paman dan keponakan yaitu A (55) dan AJ (38), tewas di lokasi kejadian tepatnya di gerbang komplek perumahan tersebut.

Menurut Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir, pelaku dan kedua korban sebelumnya terlibat perkelahian. Hingga akhirnya, pelaku melakukan penusukan dengan pisau sangkur yang membuat korban bersimbah darah.

Baca Juga

Awalnya, kata Imran, pisau sangkur tak diakui pelaku merupakan miliknya. Hasil interogasi, ternyata senjata tajam itu milik pelaku yang sehari-hari memang dibawa saat bertugas.

"Pisau dibawa pelaku terus saat piket (kerja). Korban merupakan paman dan keponakan, sebelumnya mereka tidak saling kenal," ujar Kapolres ini saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Polresta Padang, Jumat (11/9).

Imran mengatakan pada Februari 2020, pelaku dengan salah seorang korban diketahui pernah ribut persoalan berenang di lingkungan perumahan. Namun ketika itu, telah berhasil didamaikan dan persoalan dianggap selesai.

"Sudah ada perselisihan dan damai. Ternyata malam itu berlanjut. Habis menusuk, pelaku melarikan diri ke Bukittinggi. Tapi akhirnya menyerahkan diri. Sementara barang bukti ditemukan di Bukittinggi," jelasnya.

Imran mengungkapkan, pelaku diketahui merupakan residivis atau pernah masuk penjara. Ketika itu, pelaku berada di Jakarta yang terlibat aksi perampok sebuah geng bernama Kapak Merah.

"Di Jakarta terlibat perampok lalu dihukum empat tahun penjara. Bebas, pulang kampung lalu jadi satpam. Dan sekarang terlihat aksi penganiayaan berujung meninggalkannya korban," tuturnya.

Seperti diketahui, kasus penganiyaan berujung pembunuhan itu terjadi pada Selasa (8/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Awalnya, jajaran Polsek Lubuk Kilangan mendapat informasi adanya dua orang tergeletak di gerbang perumahan.

"Kemudian personel ke lokasi. Ternyata dua orang ini korban penganiayaan," kata Kapolsek Lubuk Kilangan, AKP Edriyan Wiguna.

Edriyan mengatakan, hasil penyelidikan pelaku kabur ke Kota Bukittinggi usai perkelahian. Pihaknya kemudian membujuk keluarga pelaku untuk bisa menyerahkan diri.

"Motifnya karena korban sering mengejek tersangka. Kemudian mengajak tersangka berkelahi, maka terjadilah pembunuhan. Korban ini pernah ditegur oleh tersangka untuk tidak berenang di kolam berenang perumahan," ujarnya.

Komentar