Wagub Sosialisasikan Perda AKB di Pasbar

Metro-143 hit 17-09-2020 17:21
Wakil Gubernur Nasrul Abit saat kunjungan kerja di Nagari Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (17/9). (Dok : Istimewa)
Wakil Gubernur Nasrul Abit saat kunjungan kerja di Nagari Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (17/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Pasbar, Arunala - Sosialisasi keberadaan peraturan daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Sumbar, terus dioptimalkan pihak Pemprov Sumbar.

Kali ini sosialisasi Perda AKB ini dilakukan Wakil Gubernur Nasrul Abit bersama sejumlah kepala dinas dan kepala Biro di Setprov Sumbar, di Nagari Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (17/9).

Sosialisasi ini bersamaan kunjungan kerja wakil gubernur tersebut di kabupaten itu dalam rangka upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah daerah terhadap peningkatan kehidupan masyarakat Sumbar secara keseluruhan.

Baca Juga

Pada pertemuan dengan tokoh masyarakat, wali nagari, Forkopimda serta peserta PKH dan TKSK setempat, Nasrul Abit menerangkan penyebaran Covid-19 terus meningkat, dalam beberapa hari ini masyarakat yang terpapar diatas 100 orang.

"Hal ini diakibatkan tidak disiplinnya masyarakat dengan protokol kesehatan. Dan sampai hari belum tahu kapan selesainya," ujar Nasrul Abit.

Mencegah makin menyebarkan virus ini, lanjut Nasrul Abit, Pemprov Sumbar lalu membuat Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Penerapan Perda ini akan dilakukan pemprov beberapa hari kedepan.

"Selain mengedukasi masyarakat untuk patut terhadap protokol kesehatan, Perda ini juga memuat sanksi hukum bagi yang melanggar atau mengabaikannya. Sanksi hukum yang ada di Perda AKB itu untuk memberikan efek jera kepada masyarakatmasyarakat yang tidak mematuhi Perda ini," jelas Nasrul Abit.

Makanya, Nasrul Abit mengimbau masyarakat di tempat itu untuk patuh terhadap protokol kesehatan seperti yang ditekankan dalam Perda AKB itu.

"Agar masyarakat terhindar dari sanksi berupa denda sebesar Rp250 ribu atau denda kurungan selama 2 hari, maka sebaiknya kita patuhi bersama Perda AKB ini," ajak Wagub ini.

Ditambahkan Nasrul Abit, sampai saat ini belum ada obat atau vaksin untuk Covid-19, obat yang ada adalah patuhi protokol kesehatan. Untuk itu kepada masyarakat agar selalu pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Sementara menyangkut peningkatan kualitas pelayanan di wilayahnya, Camat Talamau Nur Fauziah kepada Wagub mohon bantuan pemprov Sumbar untuk bisa meningkatkan akses jalan di daerah itu.

"Kami di sini sangat butuh bantuan pemprov untuk pelebaran jalan provinsi dari Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat menuju Rimbo Panti Kabupaten Pasaman," kata Nur Fauziah.

Sebab, ujar dia, kondisi jalan yang ada saat ini sempit dan sangat membahayakan pengguna jalan.

Usai di Nagari Talu, Wagub dan rombongan kemudian menuju Bandara Pusako Anak Nagari Pasbar, kegiatan selanjutnya adalah penyerahan bantuan berupa baju Asmat dan lain-lain senilai Rp3 miliar dari Pemprov Sumbar bagi tenaga kesehatan di kabupaten itu. (rel

Komentar