SMK 3 Pariaman Terbuka Soal Dana BOS

Metro-52 hit 15-10-2020 14:36
Tim visitasi KI Sumbar saat kunjungi SMK 3 Pariaman, Kamis (15/10). (Dok : Istimewa)
Tim visitasi KI Sumbar saat kunjungi SMK 3 Pariaman, Kamis (15/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Pariaman, Arunala - Keterbukaan pengelolaan uang negara tidak hanya ditilisik Komisi Informasi (KI) Sumbar bagi badan publik instansi pemerintahan saja, namun berlaku juga bagi pihak sekolah.

Seperti yang dilakukan SMK 3 Kota Pariaman yang mengaku membuka kran keterbukaan informasi publik atas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sekolah itu.

"Tidak ada ditutup-tutupi, kami buka semuanya ke masyarakat teutama kepada orangtua siswa," ujar Kepala SMK 3 Pariaman Rafudfin didampingi PPID sekolahnya Puji Priyanto saat menerima kunjungan tim visitasi KI Sumbar, Kamis (15/10 ).

Baca Juga

Saat mengunjungi SMK 3 Pariaman itu, tim vjsilitasi KI Sumbardipimpin Ketua Monev 2020 Tanti Endang Lestari, dan beberapa staf pengajar di sekolah itu.

"Ada banyak hal informasi publik termasuk pembiayaan sekolah dan dana BOS disampaikan secara terbuka kepada publik terutama kepada orangtua siswa," ujarnya lagi.

Sedangkan PPID SMK 3 Pariaman, Puji Priyanto mengatakan pola pelayanan informasi publik di SMK adalah mandiri yaitu inistif karena ingin terbuka informasi publiknya SMK 3 Pariaman.

"Kami pihak sekolah komit dan konsisiten, dimana struktur PPID merupakan inisiatif Kepsek dan merujuk kepada UU 14 tahun 2008 dan Perki 1 tahun 2010 tentang standar layanan informasi publik," ujar Puji.

Dalam penninjauan itu anggota tim visitasi KI Sumbar Adrian Tuswandi lebih memfokuskan penilaiannya pada pola pelayanan informasi publik di SMK3 Pariaman.

"Harus pastikan pola pelayanannya, karena pemohon informasi itu menurut UU 14 tahun 2008 adalah pemohon intelektual dan bertanggungjawab, PPID bisa menolak pemohon informasi kalau tidak memenuhi syarat legal standing," kata Adrian.

Sedangkan ketua tim, Tanti Endang Lestari menekankan SMK 3 Pariaman 2019 meraih prediket informatif.

"Saya menekankan supaya lebih upgrading lagi dalam aplikasi pelayanan dan pengelolaan informasi publik," kata Tanti. (rel)

Komentar