Senin Ini Digelar Operasi Zebra Singgalang

Metro-200 hit 26-10-2020 08:21
Senin (26/10) ini Sat Lantas Polresta Padang Gelar Operasi Zebra Singgalang 2020 dan juga Giat Disiplin Prokes. Terlihat Anggota Lantas sedang memberikan masker kepada pengendara motor yang tidak gunakan masker beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)
Senin (26/10) ini Sat Lantas Polresta Padang Gelar Operasi Zebra Singgalang 2020 dan juga Giat Disiplin Prokes. Terlihat Anggota Lantas sedang memberikan masker kepada pengendara motor yang tidak gunakan masker beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Can

Padang, Arunala -- Terhitung tanggal 26 Oktober ini hingga 8 November nanti, Sat Lantas Polresta Padang menggelar Operasi Zebra Singgalang 2020.

Dalam kegiatan tersebut, polisi akan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif.

"Operasi Zebra akan dilakukan selama 14 hari kedepan, terhitung Senin (26/10) hingga Minggu (8/11) ini. Sejalan dengan itu, kami juga lakukan giat pendisiplinan masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19," ujar Kasatlantas Polresta Padang AKP Syukur Hendri Saputra, Minggu (25/10).

Untuk giat Prokes, dia menyebutkan Sat Lantas akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan instansi terkait lainnya.

"Dalam kegiatan tersebut kami akan memberikan sosialisasi terkait prokes Covid-19 serta pembagian masker bagi pengendara yang tidak atau lupa memakai masker,"ujarnya lagi.

Bagi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas bisa hukuman berupa ancaman pidana kurungan atau denda dengan jumlah besar,"sebut AKP Syukur.

AKP Syukur menambahkan, tiga jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama dalam Operasi Zebra 2020 yaitu melawan arus lalu lintas, pelanggaran garis berhenti (stop line), dan tidak menggunakan helm.

"Jika ada pemotor yang melanggar dengan tidak menggunakan helm SNI, begitu juga pemotor yang membiarkan penumpangnya tidak menggunakan helm SNI, siap-siap dikenakan ancaman hukuman yang menurut UU No. 22 Tahun 2009 akan terancam pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu,"sebutnya.

Pemotor yang melanggar rambu-rambu dan marka jalan, termasuk stop line, bakal terancam pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

"Selanjutnya, bagi pelanggar lalu lintas yang melawan arus akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar lalu lintas yang melawan arus dikenakan Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu," jelasnya.

Komentar