Perlu Pendekatan Holistik, Dialog dan Budaya: Alirman Sori Prihatin Konflik di Papua

Metro- 28-09-2021 19:09
Anggota DPD RI, Alirman Sori. (Dok : Istimewa)
Anggota DPD RI, Alirman Sori. (Dok : Istimewa)

Jakarta, Arunala - Konflik yang terjadi di Papua nan tidak kunjung selesai, mengundang rasa prihatin Anggota DPD RI, Alirman Sori.

Menurutnya, dari setiap konflik yang terjadi kebanyakan menimbulkan korban jiwa, baik dari pihak keamanan TNI/Polri, sipil maupun di pihak KKB yang sudah dinyatakan sebagai kelompok terorisme oleh pemerintah.

"Penyelesaian konflik yang terjadi di Papua bisa dilakukan secara holistik, dengan pendekatan dialog, budaya, kesejahteraan dan pemekaran daerah, mengingat wilayah Papua sangat luas, dan diperlukan adanya pendekatan pelayanan kepada masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan," ujar Alirman Sori melalui pesan WhatsApp-nya diterima Arunala.com, Selasa malam (28/9).

Negara, katanya, harus mampu menggali akar masalah sesungguhnya kenapa konflik di Papua terus berlanjut, bahkan konflik sudah menggunakan kekuatan bersenjata di kalangan sipil melawan negara, dan itu sudah melanggar aturan negara hukum.

''Bila konflik Papua tidak segera diselesaikan akan berimplikasi terganggunya stabilitas nasional, dan Negara tidak boleh kalah dengan pemberontak bersenjata. Tapi negara juga tidak boleh melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," tukas senator asal Sumatera Barat (Sumbar) ini.

Dikatakan, Alirman Sori, negara harus membuat langkah-langkah strategis menghentikan konflik Papua, sehingga penanganannya bisa dilakukan secara terukur dan konflik segera bisa berakhir.

Dia berpendapat, berlanjutnya konflik di Papua, karena negara masih ragu-ragu dalam mengambil langkah tegas untuk selesaikan konflik keamanan di Papua itu.

Alirman Sori, menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi), dari aspek kebijakan negara sudah sangat luar biasa memberikan perhatian dan dukungan kebijakan pembangunan di Papua, baik pembangunan infrastruktur maupun non infrastruktur, namun tindakan kekerasan terus berlangsung di Papua.

"Bila kondisi yang terjadi demikian, berarti ada persoalan serius yang belum terjawab dalam mengambil langkah-langkah menghentikan tindakan kekerasan di Papua," anggap Alirman Sori laginext

Komentar