Menakar Perkembangan BSI di Indonesia dan Sumatera: Heri Junaidi: BSI Harus Mampu Lahirkan Produk Kompetitif

Ekonomi- 09-11-2021 21:12
Suasana webinar JES dengan BSI yang diikuti puluhan jurnalis di Sumatera, Selasa (9/11). (Foto : Arzil)
Suasana webinar JES dengan BSI yang diikuti puluhan jurnalis di Sumatera, Selasa (9/11). (Foto : Arzil)

Padang, Arunal -- Direktur Pengawasan OJK KR 7 Sumbangsel, Iwan M Ridwan, menyebutkan potensi Bank Syariah Indonesia (BSI) tumbuh kembang cukup besar. Penjelasan itu dikemukakan Iwan M Ridwan ketika jadi pembicara dalam webinar literasi keuangan syariah yang diadakan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) Palembang dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Selasa siang (9/11).

"Bahkan menurut data Global Islami Indicator 2021 menunjukkan posisi perbankan syariah di Indonesia alami peningkatan peringkat yang sebelumnya berada di posisi lima, tahun ini naik satu level yakni posisi empat," kata Iwan M Ridwan.

Melihat posisi yang seperti itu, lanjutnya, maka OJK terus berupaya meningkatkan perkembangan perbankan syariah ini.

Kemudian melihat dari indeks literasi keuangan syariah di Palembang, Iwan menyatakan perlu ditingkatkan.

Untuk Sumsel, lanjutnya, indeks literasi keuangan syariah pada 2019 kemarin meningkat 8,4 persen.

Meski begitu, lanjut Iwan M Ridwan, masih ada tantangan yang harus dihadapi bank syariah jika ingin lebih optimal perkembangannya.

"Beberapa cara supaya bank syariah ini bisa lebih berkembang diantaranya bagaimana pihak bank ini memanfaatkan potensi generasi milenial, kemudian bagaimana bank syariah ini meningkatkan jumlah pasarnya di atas 15 persen," tutur Iwan M Ridwan.

Sedangkan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Raden Fatah Palembang, Heri Junaidi menyampaikan, dilihat dari sisi akademisi, dirinya melihat ada dua kategori terhadap keberadaan perbankan syariah di masyarakat, yakni ada bad news dan good news.

"Dari sisi bad news-nya, ada tiga aspek, pertama overview-nya di Indonesia milik populasi muslim cukup besar yakni sebanyak 87,2 persen, namun dari segi aset syariahnya kecil yaitu 4,1 persen. Lalu dari sisi pembiayaan syariah kita tidak begitu signifikan naiknya, contoh pada Maret 2017 cuma 1 persen. Terakhir soal jangkauannya, hanya baru 53 kota yang baru bisa digarap BSI dari 500 lebih kota kabupaten di Indonesia, selain itu jumlah masyarakat yang bisa mengakses perbankan syariah juga rendah yang berkisar 8,11 persen," ucap Heri Junaidinext

Komentar