.
Sebagai bangsa berketuhanan, imbuh dia, semestinya semua tindakan dan perbuatan, tentu benteng utamanya adalah agama.
"Sekarang kita lihat, mudanya orang marah dan tersinggung, padahal persoalannya sepele. Ini karena dari kita semua tidak atau belum memahami pemahaman konsep beragama itu secara utuh," tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, sikap yang skeptis tanpa melakukan cek dan ricek, bahkan informasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan, mengakibatkan bangsa jadi tercabik-cabik di ruang publik.
"Untuk itu, sekali lagi saya menegaskan, momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini jadi cara bagi pemimpin untuk lebih memperbaiki sikap dan keteladanannya pada bangsa, negara dan masyarakat," kata Alirman Sori.


Komentar