Padang, Arunala.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menekankan semangat kompetisi menjadikan suatu tantangan bagi instruktur dalam mengembangkan kompetensinya.
Kompetisi itu harus relevan dengan cita-cita instruktur, namun tetap memberikan tantangan dalam mengejarnya.
"Nilai yang utama dari suatu kompetisi adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan keahlian dengan menumbuhkan rasa penasaran. Tanpa adanya rasa penasaran terhadap suatu hal, keahlian yang dimiliki para instruktur akan cenderung berada pada level yang sama, tak peduli berapa lama dia telah bekerja," kata Afriansyah, saat membuka Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) VIII, di The ZHM Premiere Hotel, Minggu (2/10).
Ia mengatakan KKIN adalah ajang unjuk kemampuan keterampilan teknis dan metodologi mengajar para instruktur yang ada di lembaga pelatihan.
"Total ada 150 instruktur dari berbagai wilayah Indonesia yang ikut menjadi peserta dalam kompetensi tersebut. Pemerintah berharap kompetensi itu bisa meningkatkan kualitas para instrukstur di Indonesia, karena instrukstur lah yang nantinya mengajarkan keterampilan kejuruan kepada masyarakat," harap Afriansyah.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menuturkan instruktur menjadi garda terdepan penyelenggaraan suatu pelatihan.
Menurutnya, instruktur sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya harus dilaksanakan secara profesional.
"Instruktur menjadi modalitas untuk menciptakan dan menumbuhkan calon tenaga kerja yang kompeten sesuai permintaan pasar kerja," ucapnya.
Ditambahkan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Budi Hartawan, ada 12 bidang keahlian yang diperlombakan. Yakni, pengelasan, otomotif kendaraan ringan, otomotif sepeda motor.
Kemudian listrik, pendingin, elektronika, IT busol, desain grafis, CAD, garmen, kecantikan dan restoran servicenext


Komentar