Padang, Arunala.com - Gelombang besar disertai angin kencang menghadang Tim SAR gabungan dalam memberikan pertolongan pada WNA berada di kapal layar Mahana.
"Kapal Tim SAR kembali lagi ke dermaga Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai karena gelombang tinggi serta angin kencang dengan kecepatan sampai 37 knots dan membahayakan keselamatan dalam pencarian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai Akmal saat dihubungi Arunala.com, Kamis sore (6/10).
Menurutnya, cuaca tidak mendukung dalam memberikan pertolongan pada WNA diperkirakan masih berada di kapal layar di Samudera Indonesia Kabupaten Kepulauan Mentawai.
"Diusulkan untuk dihentikan sementara dan dilanjutkan pemantauan. Semua unsur kembali ke satuan masing-masing untuk tetap siaga, dan sewaktu waktu bisa dipanggil kembali apabila operasi SAR dibuka kembali," pungkas Akmal.
Seperti diketahui sebelumnya Kapal Layar merk lambung Mahana mengalami mati mesin di Samudera Indonesia.
Di dalam kapal ada penumpang kewarganegaraan Perancis atas nama Greffier Didier (64).
Tim SAR mendapatkan laporan pada Minggu (2/10) sekira pukul 23.40 WIB ada kapal layar merk lambung Mahana alami mati mesin di perairan Samudera Indonesia, Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Komentar