Padang, Arunala.com - Saat hamil, banyak pasangan yang sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin anaknya melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Seiring perkembangan teknologi di bidang kesehatan, USG kini tersedia dalam jenis empat dimensi, yang mana dalam pemeriksaan USG 4D akan dihasilkan gambar yang bergerak atau video.
USG 4D ini pun kini menjadi tren di Kota Padang. Berikut wawancara Redaktur Arunala.com Fajril dengan Ketua Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar Dr dr Dovy Djanas SpOG (KFM) menyikapi tren USG 4D tersebut?
Arunala.com: Apa beda USG 4D dengan 3D atau 2D, Pak?
Ketua POGI Sumbar: USG 2 dimensi adalah USG dengan pencitraan (gelombang suara/ultrasonik) dengan mengukur dua bidang: panjang dan lebar.
USG ini lebih melihat ke organ-organ dalam dan juga untuk skrining. USG 3D mengukur 3 bidang yakni panjang x lebar x tinggi. Sehingga bisa lebih jelas melihat sesuatu.
Jika kita temui dari pemeriksaan USG 2D ada yang ingin kita telusuri lagi misalnya ada kelainan, USG 3D ini juga bisa melihat wajah janin dan juga organ-organ lain lebih jelas lagi.
Sementara USG 4D sebenarnya istilahnya salah dalam terjemahan. USG 3 D+ waktu (USG 3D dengan realtime/seperti melihat dengan videocam) fungsinya sama saja dengan 3D.
Bisa melihat kelainan dari berbagai bidang atau dimensi. Jadi, USG 4D ini bukanlah segala-galanya.
Arunala.com: Seberapa penting USG untuk kehamilan, Pak?
Ketua POGI Sumbar: USG dulunya sebagai pemeriksaan penunjang. Tapi pada saat ini penting untuk menilai usia kehamilan atau kelainan atau pertumbuhan janin maupun kelainan-lain yang berhubungan dengan kehamilan.
Kalau tidak ada USG tidak lengkap untuk menilai keadaan kehamilan maupun janin yang dikandung.
Arunala.com: Apakah ada efek negatif USG 4D ini, Pak?
Ketua POGI Sumbar: Sampai saat ini belum ada yang dilaporkan USG berbahaya bagi janin. Ini dikarenakan pencitraan dengan gelombang suaranext


Komentar