RSUP M Djamil Siap jadi Pengampu Layanan Prioritas Kemenkes

Metro- 16-10-2022 13:33
Gubernur Sumbar Mahyeldi usai penandatanganan nota kesepahaman di Aula RSAM Bukittinggi, Jumat (14/10). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar Mahyeldi usai penandatanganan nota kesepahaman di Aula RSAM Bukittinggi, Jumat (14/10). (Dok : Istimewa)

.

Dengan kondisi tersebut, pasien terpaksa lama menunggu untuk mendapat layanan karena antrean yang panjang.

"Sementara penyebaran penyakitnya sudah bertambah. Dan ini yang membuat permasalahan pengobatan penyakit menjadi tidak optimal dan maksimal. Begitu juga dengan penyakit jantung dan penyakit prioritas lainnya," ungkap Ketua Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar ini.

Ia mengatakan ada 4 tugas yang harus dilakukan RSUP M Djamil Padang sebagai RS vertikal daerah. Yakni RS vertikal harus menjadi rumah sakit dengan layanan center of excellence (layanan prima dan sempurna), RS harus berbasis riset untuk meningkatkan mutu layanan.

Kemudian, berafiliasi dengan institusi pendidikan Fakultas Kedokteran dalam program Academic Health System (AHS) untuk memenuhi sumber daya manusia kesehatan di Indonesia.

"Dan, RS vertikal menjadi pengampu rumah sakit di wilayah kerjanya. Dengan program pengampuan ini juga diharapkan sinergisitas dan dukungan dari pemerintah daerah yang mempunyai rumah sakit daerah dapat terlaksana. Ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," paparnya seraya berharap RS Pemda Sumbar akan bertahap menjadi RS utama dalam layanan penyakit prioritas.

Ini sesuai dengan pola pengampuan dan stratifikasi RS (madya, utama, paripurna). Di samping program pengampuan ini, juga transformasi sumber daya manusia kesehatan harus terlaksana. Dengan masih belum meratanya tenaga kesehatan yang ada di layanan kesehatan.

Tantangan ke depan adalah bagaimana program AHS bisa didukung bersama oleh Pemerintah Daerah selain melengkapi alkes yang diperlukan.

"Transformasi kesehatan layanan rujukan ini, jelas sudah didukung oleh Pemprov Sumbar. Tentunya tinggal kita bersama mengimplementasikan program ini supaya bisa berjalan baik dan RSUP M Djamil sebagai RS pengampu punya peran besar dalam mewujudkan masyarakat Sumbar sehat untuk mencapai generasi emas di 2045," harap bapak dua anak ini.

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi mengapresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan RI dengan memilih Sumbar sebagai salah satu provinsi yang diikutkan dalam program pemerataan akses dan peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih optimal melalui pengampuan pelayanan penyakit kanker, jantung, stroke dan uronefrologi di RSUD Dr Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

"Dengan program pengampuan tersebut, RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi akan menjadi pusat rujukan sekaligus lokomotif peningkatan pelayanan rumah sakit yang berkualitas di wilayah Sumbar bagian utara. Kedepannya masyarakat Sumbar tidak perlu keluar daerah bahkan keluar negeri untuk mendapatkan pelayanan penyakit-penyakit kanker, jantung, stroke dan uronefrologi," tutur gubernur.(*)

Komentar