.
"Haji Mujamalah ini gratis dari pemerintah Saudi disambut dengan mobil khusus dan di tempat khusus. Namun dalam perkembangannya ada komunikasi antara Amir-amir dengan travel-travel di Indonesia agar kuota Mujamalah ditambahkan. Namun anggarannya sudah tidak ada, maka jamaah membayar setengahnya," papar Nur Arifin.
Dalam perjalanannya permintaan untuk haji mujalamah semakin meningkat, maka pemerintah Saudi hanya memberikan undangan. Tetapi visa dan biaya ditanggung sendiri oleh jamaah haji. Hal ini disebut dengan haji mandiri atau dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Furoda.
"Namun ini dalam evaluasi pemerintah Arab Saudi," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ramza Husmen mengatakan saat ini kuota haji di Sistem Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Kanwil Kemenag Sumbar, kuota jamaah haji memang tidak sesuai dengan estimasi awal saat jamaah mendaftar.
"Tahun 2022 ini pemerintah Saudi juga membatasi usia jamaah haji paling tinggi 65 tahun. Sementara usia jamaah haji Sumbar masih didominasi oleh 60 tahun ke atas," pungkasnya.


Komentar