22 Kasus Gagal Ginjal Akut di Sumbar, 12 Meninggal: 58 Persen Pasien Pernah Terpapar Covid-19

Metro- 20-10-2022 16:47
Kepala BBPOM di Padang Abdul Rahim,  Kadinkes Sumbar dr Lila Yanwar MARS, dr Aumas Pabuti SpA (K) MARS, Ketua IDAI Sumbar Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K), dan Plh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Dr M Djamil, Dr dr Bestari Jaka Budi
Kepala BBPOM di Padang Abdul Rahim, Kadinkes Sumbar dr Lila Yanwar MARS, dr Aumas Pabuti SpA (K) MARS, Ketua IDAI Sumbar Dr dr Finny Fitry Yani SpA (K), dan Plh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Dr M Djamil, Dr dr Bestari Jaka Budi

Padang, Arunala.com - Gagal ginjal akut misterius pada anak tengah menghantui Indonesia, tak terkecuali di Sumbar. Bahkan, Dinas Kesehatan Sumbar melaporkan ada 22 kasus hingga kemarin (19/10).

Ada pun jumlah tersebut merupakan akumulasi kasus gagal ginjal akut misterius dari akhir Juli sampai Oktober 2022 yang tercatat.

"Di Sumbar, sudah ada 22 kasus (gagal ginjal akut misterius pada anak) per kemarin. Ini akumulasi dari akhir Juli 2022," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr Lila Yanwar MARS, kepada wartawan, di aula Dinas Kesehatan Sumbar, Kamis (20/10).

Ia memerinci dari 22 kasus itu, 20 kasus di RSUP M Djamil, satu kasus di RSUD Mentawai dan satu kasus di RSUD Rasidin.

"Dari 22 kasus itu, 12 anak meninggal. 10 pasien meninggal saat penanganan di RSUP M Djamil, satu pasien meninggal di RSUD Rasidin, dan satu meninggal di RSUD mentawai, " ungkap Lila.

Kasus di RSUP M Djamil sementara itu, Plh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Dr M Djamil, Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) FICS mengungkapkan kasus ini merebak secara nasional pada Agustus 2022. Tapi, pihaknya mengambil data mulai sejak akhir Juli 2022.

"Ini karena terjadi kasus gangguan ginjal dengan anuri hematuria. Dan prosesnya sangat cepat sekali," ungkapnya.

Di RSUP M Djamil karena setelah Covid-19, muncul kasus MIS-C (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children). Dimana menyerang anak akibat Covid.

"Arti kata, Covidnya sudah sembuh kemudian timbul gejala yang juga memerlukan Pediatric Intensive Care Unit (PICU)," tutur Bestari.

Ia mengatakan makanya pihaknya mengambil data mulai akhir Juli 2022. Dan, tim penanganannya Bagian Anak yakni Koordinator Emergency Rawat Intensif Anak dr Indra Ihsan SpA (K) MBiomed, dr Fitrisia Amelin SpA MBiomed, dan dokter penanggung jawab pasien bagian anak juga ikut melakukan penanganannya.

"Terhitung kasusnya di RSUP M Djamil hingga akhir Juli sampai tadi malam, 20 kasus. Dilakukan perawatan hampir seluruhnya di ruangan PICU. Dan pengobatan sudah banyak yang dilakukan berhasil. Tapi angka kematiannya cukup tinggi," papar Bestarinext

Komentar