Ortu Diminta Waspada dan Perhatikan Frekuensi BAK Anak

Metro- 20-10-2022 20:13
Ilustrasi ginjal. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi ginjal. (Dok : Istimewa)

.

Ia berharap mudah-mudahan kasus ini menurun. Kemudian, penyebab-penyebab kasus ini dapat ditemukan secara evidence based.

"Kalau kita di kedokteran, mencari segala sesuatu dengan evidence based medicine," tukas Finny.

Sementara ahli nefrologi RSUP M Djamil Padang, dr Aumas Pabuti SpA (K) MARS mengatakan penyebab gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak masih diteliti.

"Penyebab sedang dalam proses penelitian. Jadi, kalau ada edaran terkait (penarikan obat) cairan dan sebagainya itu adalah salah satu faktor yang patut diduga menjadi pemicu," kata Aumas.

Ia berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dapat mengendalikan penyakit ini dari pemicunya. "Jadi belum sesuatu yang 100 persen (penyebabnya) tapi mitigasi harus terus dilakukan. Kita ingin mitigasi supaya bisa dikendalikan dari hulunya.

"Kita masih terus melakukan koordinasi dengan tim Kemenkes untuk mengetahui lebih jauh sebenarnya apa penyebabnya," jelasnya.

Hingga kini, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab yang membuat anak-anak mengalami gangguan ginjal.

"Belum bisa ditetapkan salah satu faktor. Jadi ini adalah salah satu upaya mitigasi yang patut diduga sebagai pemicu," tutur Aumas.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS mengatakan pihaknya bersama IDAI Sumbar telah membuat satuan petugas (Satgas) penanganan kasus ini.

"Kita dari Dinkes prinsipnya menunggu lebih clear informasi yang sedang dikembangkan dari hasil pengamatan terhadap klinis pasien di seluruh Indonesia. Termasuk perkembangan hasil laboratorium. Memang, berkembang terus dan belum bisa diambil kesimpulan. Ini penyebabnya apa dan etiologinya apa," tutur Lila.

Makanya, sebut Lila, pihaknya masih menunggu untuk edukasi lebih lanjut kepada masyarakat. Ini karena masih menjadi tanda tanya bagi masyarakat.

"Ini penyebabnya apa. Bagaimana cara mengatasinya. Namun tentunya apakah menular atau sebaliknya, ini masih dalam perkembangan.

Dengan kondisi demikian, sebut Lila, Dinkes akan melakukan penguatan koordinasi dengan pihak terkait termasuk Balai POM dan menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan.

Dan meningkatkan deteksi mulai dari dokter-dokter di Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten kota.

"Dinas kesehatan kabupaten kota melakukan penelusuran atau disebut surveilans. Ini berguna untuk melihat keluarga-keluarga yang anaknya mengalami gangguan ginjal untuk kemudian diselidiki secara epidemiologi. Setelah dilakukan surveilans, akan terlihat apakah penyakit tersebut disebabkan karena faktor konsumsi makanan, konsumsi obat, faktor lingkungan, faktor keluarga dan apakah ada dari anggota keluarga yang terkena Covid-19. Nanti data-datanya akan dikompilasi dengan analisa teman-teman dari rumah sakit," tukasnya.

Komentar