.
Juga memotivasi generasi muda untuk giat dan tekun belajar, tidak patah semangat dan pantang menyerah untuk prestasi dan masa depan yang lebih baik.
"Harapan terbesarnya adalah, semoga pemerintah bisa memberikan perhatian kepada para pemerhati Al Quran. Kalau kepada atlet dan artis saja kita bisa memberikan apresiasi yang sangat besar. Mestinya prestasi di bidang Al Quran pun demikian hendaknya. Kalaupun tidak bisa melebihi itu, setidaknya sama," harap ayah empat anak ini.
Sementara itu, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin seperti dikutip dalam laman Kemenag mengucapkan selamat kepada ustaz Dasrizal yang meraih Juara 1 MTQ Internasional di Kuwait.
"Ini kabar gembira melengkapi kegembiraan kita setelah suksesnya MTQ Nasional ke-29 di Kalsel," tuturnya.
Kamaruddin berkomitmen pihaknya bersama LPTQ akan terus melakukan pembinaan kepada generasi muda agar semakin dekat dengan Al Quran. Upaya pembinaan terus dilakukan di tingkat Nasional hingga kabupaten kota bahkan kecamatan.
"Prestasi di kancah internasional tentu saja mengharumkan nama bangsa. Ini juga menjadi optimisme dan harapan kita semua untuk terus melakukan pembinaan kepada masyarakat," sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum LPTQ Nasional.
Dirjen meyakini, para qari merupakan influencer di tengah masyarakat. Ia berharap qari mampu menjadi katalisator semangat masyarakat untuk belajar, memahami, dan mengamalkan Al Quran.
"Bacaan Al Quran dengan suara indah para qari akan melahirkan kecintaan masyarakat untuk belajar Al Quran. Seiring berjalannya waktu, masyarakat akan terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Al Quran yang dipenuhi dengan muatan paham moderat serta penyemai kerukunan di tengah masyarakat," harap Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini.
Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al Quran dan Al-Hadits Kemenag Rijal Ahmad Rangkuty menambahkan, MTQ Internasional Kuwait merupakan salah satu MTQ bergengsi. Ia mengaku bersyukur atas capaian qari Indonesia di ajang tersebut.
"Kita bersyukur dan ini menjadi bukti bahwa generasi kita mampu sejajar bahkan unggul di kancah internasional. Sesuai arahan Ketua Umum LPTQ Nasional, kita akan terus memberikan pembinaan dan kesempatan kepada qari dan hafiz Indonesia untuk berlaga di MTQ Internasional," tandas pria yang hafal 30 Juz Al Quran ini.
Diketahui, Dasrizal M Nainin berasal dari Nagari Padanglaweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumbar.
Pria kelahiran 1985 itu juga dikenal seorang dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dasrizal pernah menjuarai MTQ Antarbangsa (Internasional) di Malaysia pada 2013 silam. Namun sebelum itu dia lebih dulu mengikuti MTQ Nasional 2012 di Ambon dan berhasil meraih juara ketiga. (*)


Komentar