.
Saat studi banding ke RSUD Tarakan, sebut Dovy, pelayanan kekerasan terpadu di rumah sakit ini terbaik di Jakarta. Di PPT Bunga Tanjung RSUD Tarakan memiliki keunikan dan keterbaruan.
Dimana, pendekatan dengan memberikan rasa nyaman dan aman, pelayanan komprehensif dan one stop service, komitmen antar SKPD dan instansi serta tidak dipungut biaya.
"Seluruh korban kekerasan ditangani secara paripurna di RSUD ini dan tanpa dirujuk. Instansi terkait kepolisian dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) hadir secara bersama-sama guna pendampingan serta proses hukum," tutur Dovy.
Korban yang datang ke rumah sakit ini, tutur Dovy, ditangani sesuai kebutuhan mereka dan dirawat di ruang-ruang khusus.
"Ada ruangan pemeriksaan khusus medikolegal, ruang konseling psikologi, konseling anak, bahkan ruang pemeriksaan kekerasan seksual," ungkap bapak dua anak ini.
Ia berharap setelah studi banding ini, RSUP M Djamil segera membuka Pusat Krisis Terpadu.
"Kami sudah menyiapkan ruangan PKT tersebut di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dan sudah menyiapkan tim khusus bertugas dan memberikan pelayanan di PKT ini. Termasuk juga sarana dan prasarana penunjangnya," ungkapnya.
Dovy mengatakan tentunya tak hanya rumah sakit saja, dalam pengimplemetasian PKT ini juga butuh kerja sama serta kolaborasi baik kepolisian, P2TP2A serta pihak lainnya.
"Dengan kehadiran PKT di RSUP M Djamil dapat mengurangi beban yang dialami perempuan dan anak. Selain itu, ini upaya kami mengampanyekan untuk mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan maupun anak-anak terus digencarkan di seluruh lapisan masyarakat," harap Dovy.


Komentar