Bersantai di Coffee Shop di Kota Padang (2): Dari Biji Kopi Hingga ke Cangkir

Metro- 05-11-2022 15:10
Barista Menyala Coffee and Roastery menyiapkan pesanan pelanggan. (Dok : Istimewa)
Barista Menyala Coffee and Roastery menyiapkan pesanan pelanggan. (Dok : Istimewa)

.

Dalam proses resting ini, biji kopi yang sudah dipanggan akan didiamkan selama 1-3 hari sebelum di packing.

"Biasanya di mesin roasting itu ada cooling fan-nya, itu juga membantu kopi yang sudah dipanggang segera menyesuikan dengan suhu ruang. Tapi tidak boleh sebentar, kita butuh paling tidak satu atau dua hari untuk mendiamkan biji kopinya," sebut Jehan.

Ia mengatakan pendiaman biji kopi hingga tiga hari bertujuan untuk membuat aroma dan rasa bagi biji kopi bisa menjadi lebih optimal.

"Selanjutnya, biji kopi itu dikonsumsi untuk kebutuhan Menyala Coffee. Bahkan dipasarkan ke beberapa outlet ataupun coffee shop yang ada di Kota Padang maupun luar Sumbar," ungkapnya.

Di Menyala Coffee, sebut Jehan, untuk menu kopi menyediakan signature dish. Lagi hits sekarang, kopi susu.

"Kami menyediakan salah satunya TOTL (Turn On The Lantern). Kopi susu di sini beda dibanding tempat lain. Pasalnya, kami memiliki resep dan citarasa tersendiri," tutur Jehan.

Jehan mengungkapkan, Menyala Coffee juga menyediakan menu kopi hasil racikan barista sendiri. Menu ini tidak ada di tempat lain. Seperti cinnamon latte, alchemist, dan sour savel.

"Juga tersedia menu Espresso Based di antaranya cappucino, espresso, double espresso, picollo, snow white dan lainnya," ungkapnya.

Selain menu kopi, tutur Jehan, di Menyala Coffee juga menyediakan menu non-coffee. Di antaranya varian teh baik hot tea maupun iced tea, splash series, dan iced blanded.

"Kemudian, menyediakan menu makanan dengan aneka pilihan makanan Indonesia, hingga beragam jenis western food," ucapnya seraya mengatakan harga menu pun terjangkau.

Selain tampil dengan nuansa estetik nan klasik, Menyala Coffee juga mengaransikan pelayanan yang ramah dari segenap karyawan. Kenyamanan dan kepuasan pengunjung, merupakan harga mati bagi kedai kopi yang pada awalnya lahir di kota dingin Padangpanjang itu.

Beroperasi mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.30 imbuh Jehan, suguhkan hiburan live music dengan talen dan genre yang berbeda setiap malamnya (mulai pukul 19.00 WIB - 22.00 WIB), Sehingga pengunjung bisa menyeruput kopi sambil menikmati alunan tembang-tembang kesukaan mereka.

Ia sendiri memprediksi bahwa kebiasaan ngopi ini akan terus ada di tengah masyarakat Sumbar. Dengan kata lain, bukan hanya sekadar tren yang temporari.

"Ngopi ini sudah jadi budaya dari masyarakat Sumbar. Jadi, akan tetap ada kapan pun. Karena dalam keseharian seperti duduk santai, bercengkerama dengan keluarga sampai urusan bisnis, sering kali dilakukan di kedai kopi atau sambil ngopi. Terlebih juga sekarang varian kopi juga makin banyak," tukasnya.

Komentar