.
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr Lila Yanwar MARS, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas untuk penanganan GGAPA yang merupakan gabungan petugas dari berbagai instansi terkait.
Pihaknya juga terus menyosialisasikan agar masyarakat jangan membeli obat sembarangan, lebih baik konsultasi ke dokter supaya dokter bisa memilih obat secara aman.
"Termasuk turun ke lapangan bersama Polda Sumbar, BBPOM di Padang serta instansi terkait melakukan inspeksi mendadak ke apotek di Kota Padang obat batuk sirop anak-anak yang diduga menyebabkan gagal ginjal akut," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengatakan, kunjungan kerja spesifik ini untuk membahas penanganan kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak di RSUP M Djamil Padang. Apalagi, Sumbar termasuk lima besar kasus GGAPA ini.
"Hari ini saya beserta sejumlah anggota Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan untuk memantau penanganan kasus GGAPA. Kegiatan digelar bersamaan di tiga daerah yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Jawa Timur," tutur politisi Nasional Demokrat (NasDem) ini.
Ia mengatakan kasus GGAPA ini merupakan pekerjaan rumah seluruh stakeholders yang ada. Pihaknya juga masih bertanya-tanya tentang penyebab dari GgAPA itu.
"Selain itu yang harus menjadi perhatian besar dari kita semua adalah penjual atau penyedia obat yang tidak resmi. Jadi jangan biarkan mereka merajalela menjual obat-obat yang tidak aman kepada masyarakat," ujar Felly.
Kemudian, DPR RI juga mendukung agar BPOM tidak hanya memberikan sanksi pencabutan izin atau administrasi saja kepada pedagang obat yang nakal, namun juga harus diberikan sanksi tegas yang bekerja sama dengan pihak kepolisian.
"Kami juga memberikan dukungan penuh kepada RSUP DR M Djamil Padang dalam rangka menangani kasus GGAPA ini di Sumbar," tegasnya.


Komentar