.
"Kami berharap uji klinis vaksin ini dapat berjalan dengan lancar. Dengan harapan vaksin ini dapat segera digunakan untuk masyarakat banyak dan memberikan manfaat bagi anak-anak pewaris bangsa Indonesia. Dan, memberikan dampak bagi bangsa terutama dalam memberikan kemandirian dalam bidang kesehatan," harapnya.
Apalagi, sebut Dovy, sama-sama diketahui di Indonesia sendiri dilaporkan sekitar 6,5 juta kasus Covid-19 per tanggal 14 November 2022.
"Tentunya dengan vaksinasi diharapkan dapat menurunkan angka kejadian kasus Covid 19 melalui peningkatan daya kekebalan pada individu dimasyarakat," tutur Dovy.
Hal serupa disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand Dr Ing Uyung Gatot S Dinata MT.
"Uji klinis ini fase terakhir yakni fase III. Mudah-mudahan bisa langsung digunakan dan menjadi vaksin yang berguna bagi bangsa Indonesia dalam menurunkan angka kejadian kasus Covid-19," harapnya.
Melalui uji klinis ini, sebut Uyung, menumbuhkan kepercayaan bagi negara ini yang tidak tertinggal dalam menyediakan perangkat maupun bahan obat untuk kesehatan. Ini diperuntukkan untuk rakyat Indonesia.
"Dari informasi diperoleh, hampir 95 persen bahan obat itu diimpor. Kehadiran vaksin Indovac ini suatu kebanggaan sekaligus semangat kita semua, bagaimana kesehatan di Indonesia makin lama makin mandiri," ucap Uyung.
Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengapresiasi PT Biofarma melakukan uji klinis vaksin Covid-19 Indovac fase III pada anak di Sumbar. Persisnya di RSUP dr M Djamil Padang dan RS Universitas Andalas.
"Ini patut disyukuri salah satu provinsi ditunjuk untuk uji klinis vaksin tersebut," tuturnya.
Dengan kehadiran vaksin Indovac tersebut, kata Audy, dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat impor ke depan.
"Tentunya hal tersebut berdampak pada kegairahan ekonomi Indonesia. Dan, salah satu upaya mengantisipasi resesi ekonomi 2023," ungkap Audy.
Audy berharap uji klinis vaksin Indovac tersebut berhasil dan menunjukkan hasil positif.
"Tentunya ke depan, dapat mengurangi penggunaan vaksin impor dan menggunakan produk dalam negeri yakni vaksin Indovac," ucapnya.
Ketua Dewan Pengawas RSUP M Djamil drg Arianti Anaya MKM mengatakan RSUP M Djamil siap menjadi tempat untuk uji klinis vaksin lainnya.
Apalagi, hubungan baik telah terjalin antara RSUP M Djamil dengan Fakultas Kedokteran Unandnext


Komentar