IDI Padang Pecahkan Rekor MURI Pelatihan Pijat Jantung

Metro- 20-11-2022 20:46
Ketua IDI cabang Padang dr Muhammad Riendra SpBTKV (K)-VE memperlihatkan piagam Rekor MURI, Minggu (20/11). (Dok : Istimewa)
Ketua IDI cabang Padang dr Muhammad Riendra SpBTKV (K)-VE memperlihatkan piagam Rekor MURI, Minggu (20/11). (Dok : Istimewa)

.

Ketiga, pelaksanaan pijat jantung. Caranya, melakukan penekanan pada tulang dada.

"Jadi bagian tengah tulang dada dilakukan penekanan dengan menggunakan dua tangan dalam posisi lurus. Jadi, sikunya tidak ditekuk tapi dalam posisi lurus. Istilahnya engselnya di pinggang bukan di siku. Sehingga, penekanannya lebih optimal," ungkap Riendra.

Setelah itu, sebutnya, dilakukan penekanan berulang-ulang dengan kedalaman diperkirakan 5 cm. "Pijat jantung itu bukan pijit.

Karena beberapa masyarakat memaknai pijit jantung itu dalam pemikirannya pijat refleksi.

Ini adalah bentuk pertolongan pertama pada pasien-pasien henti jantung," tutur Kepala IGD RSUP dr M Djamil Padang ini.

Ia mengatakan jika seandainya korban merespons, maka pijat jantungnya dihentikan.

"Atau bisa juga ketika sedang melakukan pijat jantung, datang petugas kesehatan. Sebagai orang awan diserahkan selanjutnya kepada petugas kesehatan," ucapnya.

Sementara itu, Senior Customer Relation Manager MURI Triyono mengapresiasi kegiatan yang dilakukan IDI Padang.

Ini salah satu upaya mengedukasi masyarakat di bidang kesehatan dan merupakan yang pertama melibatkan pengurus masjid terbanyak.

"Ini yang pertama kali diadakan, sebelumnya cuma pelatihan bantuan hidup secara umum," ujarnya.

Ia menilai keunikan dari pelatihan ini adalah ditujukan kepada pengurus masjid yang merupakan simpul masyarakat.

"Oleh sebab itu MURI mengapresiasi kegiatan ini dan berharap IDI Padang terus mengedukasi masyarakat karena kegiatan serupa di luar negeri malah telah diajarkan di sekolah. Di Indonesia masih banyak yang belum tahu dan paham, moga ini terus berlanjut," harapnya.

Komentar