Padang, Arunala.com - Metode sunat kini seringkali menjadi pertimbangan orang tua ketika ingin menyunatkan anaknya.
Kenyamanan anak, alat yang digunakan, proses pemulihan menjadi beberapa faktor pertimbangan.
Dulu sunat dilakukan secara konvensional yang kadang membuat anak merasa takut menjalaninya.
Apalagi proses penyembuhan yang lama sehingga aktivitas anak bisa terhambat atau tertunda.
"Metode sunat semakin berkembang seiring kemajuan teknologi medis. Sunat tidak lagi terkesan menyakitkan. Apalagi anak-anak yang biasanya takut membayangkan jarum suntik dan minum obat beragam jenis," kata Pengelola Alfatih Sunat Center Padang, dr Indra Budi Permana, kepada Arunala.com, Senin (28/11).
Salah satu metode tersebut, sebut Indra, metode alisklamp. Metode ini merupakan metode sunat dari Turki.
Alisklamp adalah perangkat plastik kecil untuk menyunat dengan metode menggigit/menjepit.
Alatnya hanya terdiri dari dua komponen; tabung polikarbonat transparan dan plastik putih yang secara mekanisme dapat menggigit/menjepit.
"Alisklamp mengubah seluruh konsep dan proses khitan konvensional atau perangkat logam penjepit sebelumnya. Metode ini tidak memerlukan antibiotika selama perawatan dan proses sunat pun cepat sekitar 10-15 menit," sebutnya.
Adapun sebelum dilakukan pemasangan alat, sebut Indra, dokter akan memberikan anestesi lokal pada penis yang akan bertahan sekitar 1,5 jam.
Setelah disunat, anak dianjurkan istirahat untuk menghindari terjadinya edema yang berlebihan.
Namun setelah tiga jam sesudahnya, anak sudah diperbolehkan beraktivitas seperti biasa. Seperti mandi, bermain dan bersekolah seperti biasanya. Bahkan memberikan kenyamanan pada orang tua.
"Alisklamp dapat dilepas pada hari kelima dan biasanya sudah ada proses 'healing'. Nanti proses 'healing'-nya secara alami," sebutnya.
Metode alisklamp juga efektif digunakan pada anak yang obesitas/gemuk atau hiperaktif , maupun berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian lebihnext


Komentar