.
Penyebabnya beragam mulai dari pandemi Covid-19, retensi pengobatan ARV yang rendah, adanya ketidaksetaraan dalam layanan HIV.
Bahkan masih dirasakannya stigma dan diskriminasi yang berawal dari kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HIV-AIDS.
"Hal ini menunjukkan upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak masih memerlukan penguatan," kata Direktur Imran.
Penguatan strategi triple 95 dilakukan dengan menggencarkan promosi kesehatan, upaya pencegahan perilaku beresiko, penemuan kasus (skrining, testing, tracing) dan tatalaksana kasus.
Tak hanya itu, Kemenkes juga mencantumkan strategi pengendalian HIV-AIDS bagian dari Standar Pelayanan Minimum di Fasyankes.
Strategi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
Selain dilakukan kepada perempuan, anak dan remaja. Upaya tersebut juga dilakukan kepada semua siklus hidup mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah dasar, remaja, dewasa dan lansia.
Hal ini untuk memastikan setiap orang mendapatkan pelayanan pencegahan dan pengobatan sesuai kebutuhannya.
"Setiap orang yang berisiko terinfeksi HIV dapat datang ke fasyankes untuk melakukan tes. Bila hasil tes menyatakan terinfeksi HIV, segera minum ARV yang disediakan pemerintah di fasilitas layanan kesehatan mampu tes dan pengobatan HIV," ujar Direktur Imran.
Terpisah, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi RSUP M Djamil Padang, dr Armen Ahmad SpPD KPTI FINASIM juga menegaskan hal demikian.
"Ini sebuah pekerjaan yang berat untuk mencapainya. Oleh karena itu perlu satukan langkah," tegasnya.
Untuk mencapai itu, sebut Armen, perlu mencari semua orang yang punya faktor risiko di tes 95 persennya.
Kemudian, mendata pasien yang sudah mendapatkan obat. Tak hanya dinas kesehatan saja, perlu keterlibatan keluarga dan institusinya untuk terus mengajak pasien datang berobat.
"Kemudian, kita periksa virus 95 persennya hingga tidak terdeteksi. Ini butuh modal yang besar serta kemauan yang besar. Jika ini tercapai barulah tujuan kita ini bisa tercapai," harap Armen. (*)


Komentar