Padang, Arunala.com - Aspek nutrisi merupakan bagian penting selama kehamilan hingga dua tahun setelah melahirkan.
Ibu hamil yang mendapatkan gizi seimbang dan baik diharapkan dapat terhindari dari risiko kesehatan baik bagi janin dan ibu sendiri.
Salah satunya pemenuhan suplementasi magnesium yang berperan penting dalam membentuk jaringan baru.
"Kebutuhan magnesium selama kehamilan meningkat. Metabolisme pun meningkat. Selama kehamilan bayi membutuhkan 1 gram atau 6 miligram magnesium per hari untuk memenuhi kebutuhan janin," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Dr dr Johanes Cornelius Mose SpOG KFM, saat Webinar Medis The Importance of Magnesium Effervescent During Pregnancy secara daring, Sabtu (10/12).
Webinar Medis yang diadakan oleh AYani Women and Children Clinic dan disponsori PT Ikapharmindo Putramas itu juga menghadirkan narasumber Komisaris Utama PT Tridaya Medika Sinergi sekaligus dokter kandungan Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS.
Dan, moderator webinar dr Haviz Yuad SpOG KFER. Selain zoom meeting, Webinar Medis tersebut juga disiarkan melalui kanal Youtube.
Tapi, dalam waktu sama sekitar 20-25 persen magnesium dikeluarkan. Dengan sendirinya ibu hamil memerlukan tambahan suplementasi magnesium.
"Kebutuhan magnesium selama kehamilan dalam rentang 350 sampai 400 miligram per hari. Sementara normal, wanita membutuhkan magnesium 320 mg per hari. Jadi, magnesium sangat dibutuhkan sebagai suplementasi yang dipakai rutin selama kehamilan," sebutnya.
Ia menjelaskan gangguan-gangguan selama kehamilan di antaranya ibu hamil sering mengeluhkan kram pada tangan dan betis. Kejadiannya sekitar 30 sampai 45 persen.
"Dimana, magnesium yang rendah menyebabkan kalsium intrasel yang meningkat. Sehingga memicu terjadinya kontraksi pada otot-otot polos," tutur Johanes.
Kemudian, kehamilan prematur. Bayi prematur rentan mengalami kerusakan saraf adalah kebutuhan oksigen yang tinggi yang tidak tercapai pada keadaan hipoperfusinext


Komentar