Pertemuan Bilateral Presiden Joko Widodo dengan PM Anwar Ibrahim: Tekankan Lima Hal, dari Isu TKI hingga Batas Negara

Metro- 09-01-2023 20:04
Presiden Jokowi dan PM Anwar Ibrahim, Senin (9/1), di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar. (Dok : Istimewa)
Presiden Jokowi dan PM Anwar Ibrahim, Senin (9/1), di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar. (Dok : Istimewa)

Bogor, Arunala.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, Senin (9/1) di Ruang Teratai, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menekankan lima hal. Pertama, Presiden menekankan mengenai perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).

Presiden menyambut baik komitmen PM Anwar Ibrahim untuk melindungi PMI yang ada di Malaysia dan berharap penerapan One Channel System (OCS) dapat dijalankan secara bersama.

"Saya sangat berharap One Channel System (OCS) untuk perekrutan dan penempatan pekerja migran Indonesia benar-benar bisa kita jalankan bersama," ujar Presiden dalam pernyataan pers bersama dengan PM Anwar Ibrahim dikutip dari laman setkab.go.id.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya pembangunan community learning center di Semenanjung untuk memenuhi hak pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia.

Kedua, terkait masalah perbatasan, kedua pemimpin sepakat untuk memastikan kesepakatan terkait perbatasan darat Sebatik, perbatasan darat Sinapad Sesai, serta perbatasan laut di Laut Sulawesi dan Selat Malaka dapat ditandatangani tahun ini.

"Tadi kita telah membicarakan dan bersepakat agar MoU perbatasan darat segmen Sebatik dan segmen Sinapad Sesai dapat ditandatangani tahun ini. Dan, juga perjanjian laut wilayah di Laut Sulawesi dan di Selat Malaka bagian selatan juga bisa disepakati tahun ini," ujarnya.

Ketiga, Presiden Jokowi dan PM Anwar Ibrahim juga sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk meningkatkan pasar dan memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit.

"Kita juga tadi bersepakat memperkuat kerja sama melalui Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) untuk meningkatkan pasar minyak kelapa sawit dan memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit," imbuhnya.

Keempat, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Malaysia terhadap Perjanjian Flight Information Region (FIR) Indonesia-Singapuranext

Komentar